Home Peristiwa Heboh! Diduga Buaya Senyulong Berjemur di Kebun Sawit Kotim, Warga Diminta Waspada

Heboh! Diduga Buaya Senyulong Berjemur di Kebun Sawit Kotim, Warga Diminta Waspada

  Sugianto   | Kamis , 30 Januari 2025
fff28671757fa676311030a9ba96b84e.jpg
Tangkapan layar buaya sedang berjemur diduga terjadi di areal perkebunan perusahaan sawit di Kotim.

KLIK.SAMPIT – Sebuah video yang menampilkan kemunculan seekor buaya besar jenis senyulong atau buaya sapit di salah satu areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat heboh warga, Kamis (30/1).

Video yang beredar di media sosial itu memperlihatkan buaya sedang berjemur di tepi parit, sangat dekat dengan badan jalan perkebunan yang sering dilintasi warga.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya mencari lokasi kejadian tersebut.

"Saya sudah melihat videonya. Jika dilihat dari ukurannya, buaya ini cukup besar dan termasuk jenis buaya senyulong atau buaya sapit," ujar Muriansyah saat dikonfirmasi, Kamis (30/1).

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dalam video, kejadian ini diduga terjadi di areal perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Kota Besi.

"Kami masih mencoba mengonfirmasi ke pihak perkebunan yang bersangkutan, tetapi hingga kini belum ada jawaban," jelasnya.

Menurutnya, jika dilihat dari kondisi lokasi dalam video, kawasan tersebut merupakan area pemancingan. Buaya senyulong sendiri memangsa ikan sebagai pakan alaminya.

"Memang lokasi ini tampak cocok untuk pemancingan. Ada juga yang menyebut buaya ini sebagai ‘buaya ikan’ karena makanan utamanya adalah ikan," tambah Muriansyah.

Hingga kini, pihak BKSDA terus mencari titik lokasi kemunculan buaya serta mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap satwa liar ini.

Muriansyah mengimbau warga, terutama para pemancing dan pekerja perkebunan yang sering beraktivitas di sekitar parit tersebut, agar lebih berhati-hati.

"Sangat berbahaya, mengingat karyawan dan warga sekitar masih memanfaatkan air parit tersebut. Sebaiknya jangan masuk ke dalam air," tegasnya.

Ia juga meminta pihak perkebunan yang memiliki wilayah perairan seperti sungai kecil, danau, atau parit untuk memasang papan peringatan mengenai keberadaan buaya guna menghindari potensi serangan terhadap manusia.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami