Home Peristiwa Masuk Kebun Nanas, Orangutan Besar Resahkan Warga Baamang

Masuk Kebun Nanas, Orangutan Besar Resahkan Warga Baamang

  Sugianto   | Sabtu , 25 Januari 2025
c457a17849663a9a1a6f47d8933abe21.jpg
Orangutan yang masuk ke kebun nanas milik warga di sekitar Perumahan Chalin Indah Permai, Jalan Walter Hugo, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

KLIK.SAMPIT – Satu individu orangutan besar yang sering muncul di Perumahan Chalin Indah Permai, Jalan Walter Hugo, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai meresahkan warga. Satwa dilindungi ini diduga tertarik dengan kebun nanas di sekitar lokasi.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, mengatakan pihaknya telah menerima laporan warga terkait kehadiran orangutan tersebut.

"Berdasarkan keterangan warga, orangutan ini telah muncul sekitar empat kali di area pemukiman, tetapi laporan resmi baru kami terima sekali," ujarnya, Sabtu (25/1).

Tim BKSDA langsung melakukan observasi di lokasi kemunculan orangutan pada Jumat (24/1). Menurut Muriansyah, orangutan itu terlihat di area semak belukar yang berbatasan langsung dengan perumahan. Di area tersebut terdapat kebun nanas yang masih berbuah, sehingga kemungkinan besar satwa ini mencari makanan di sana.

"Kemunculan terakhir orangutan itu terekam dalam video pada Kamis (23/1), yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi 47 detik itu, orangutan terlihat tenang sedang memakan buah nanas," tambah Muriansyah.

Dalam video tersebut, terdengar suara warga yang bercanda mengenai keberadaan orangutan itu, menyebutnya sebagai "penunggu kebun nanas." Namun, di balik candaan, warga tetap khawatir terhadap potensi bahaya yang bisa terjadi.

Damary, salah satu warga setempat, mengaku resah dengan kehadiran satwa tersebut.

"Walaupun terlihat tidak agresif, tetap saja ada rasa khawatir karena namanya binatang liar. Kami berharap pihak terkait segera mengevakuasi orangutan ini ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengancam satwa liar atau memancing agresi, seperti memberi makan atau mendekati terlalu dekat. Langkah-langkah untuk menangani orangutan tersebut akan segera dilakukan demi keselamatan satwa dan warga sekitar. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami