KLIK.SAMPIT – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kamaruddin Makalepu, menegaskan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi berat terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kasus perselingkuhan.
"Saat ini masih berproses. Penjatuhan hukuman disiplin sedang berjalan," kata Kamaruddin saat diwawancarai pada Senin (27/1).
Ia menjelaskan, penanganan kasus seperti ini melalui beberapa tahapan, termasuk pemeriksaan oleh tim yang dibentuk oleh pejabat pembina kepegawaian. Tim tersebut terdiri dari unsur atasan langsung, dalam hal ini Camat Baamang, unsur pengawasan dari Inspektorat, serta unsur kepegawaian dari BKPSDM.
Menurut Kamaruddin, sikap tegas ini merupakan langkah penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim.
Kasus ini mencuat setelah seorang ASN berinisial AS, yang menjabat kepala seksi di Kecamatan Baamang, dipergoki bersama seorang perempuan bernama RC, istri dari AP, pada 17 Desember lalu di sebuah rumah kosong. Insiden ini langsung dilaporkan ke BKPSDM pada 20 Desember. Namun, pihak pelapor menyebutkan penanganan kasus ini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
"Kami ingin memastikan seluruh prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku sebelum menjatuhkan sanksi," tambah Kamaruddin.
Selain sanksi kepegawaian, kasus ini juga tengah diproses secara hukum. AS dan RC telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan perzinaan sesuai Pasal 284 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara hingga sembilan bulan.
Bupati Kotim Halikinnor pun angkat bicara. Ia menegaskan tidak akan mentoleransi perilaku yang mencoreng nama baik ASN.
"Kami akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. Semua ASN harus menjaga integritas dan menjadi teladan bagi masyarakat," tegasnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh ASN agar senantiasa menjaga etika dan profesionalisme dalam bertugas maupun dalam kehidupan pribadi.
Dengan langkah tegas ini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (KLIK-RED)