KLIK.SAMPIT – Puasa seharusnya menjadi ladang pahala, tetapi tanpa disadari, banyak orang justru merusaknya dengan kebiasaan sehari-hari. Tokoh agama di Kotawaringin Timur (Kotim) M Nasir, mengingatkan bahwa bukan hanya makan dan minum yang membatalkan puasa, tetapi juga sikap dan lisan yang tidak terjaga.
Menurutnya, puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang bisa mengurangi atau bahkan menghapus pahala puasa itu sendiri.
"Puasa oleh Rasulullah dianggap sebagai perisai dari api neraka. Tapi, jika seseorang masih berkata dusta, menggunjing, dan berbuat dosa lainnya, puasanya bisa sia-sia," ujarnya, Sabtu (8/3).
Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Thabrani:
"Puasa merupakan perisai dari siksa neraka, selama tidak dirusak dengan perkataan bohong dan menggunjing."
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan seperti bergosip, berkata kasar, atau menyebarkan kebohongan bisa membuat pahala puasa berkurang atau bahkan hilang.
"Rasulullah sudah memperingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus," tutur Nasir.
Ia juga mengingatkan sabda Nabi SAW dalam hadits riwayat Bukhari:
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan palsu, maka Allah tidak membutuhkan puasanya, yakni meninggalkan makan dan minumnya."
Bagi mereka yang menjalankan puasa dengan baik, ada dua kebahagiaan yang akan dirasakan. Pertama, kebahagiaan saat berbuka karena berhasil menahan diri sepanjang hari. Kedua, kebahagiaan ketika bertemu Allah di akhirat dengan membawa pahala puasanya.
"Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu Tuhannya," (HR. Bukhari & Muslim).
Sebagai penutup, M. Nasir mengajak umat Muslim menjadikan Ramadan sebagai momen perbaikan diri. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga membentuk karakter yang lebih baik.
"Ramadan adalah madrasah bagi kita untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Mari jauhi hal-hal yang dapat merusak puasa agar jerih payah kita mendapat pahala yang besar dan dosa-dosa kita diampuni Allah SWT," tandasnya. (KLIK-RED)