KLIK.SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibuat geger dengan kemunculan seekor buaya berukuran cukup besar yang terlihat sedang berjemur di atas lanting milik warga di Sungai Tualan Hulu, Desa Bajarau, Kecamatan Parenggean.
Peristiwa itu sempat direkam oleh warga, sehingga viral di media sosial. Dalam video yang beredar, buaya tersebut tampak diam tak bergerak di atas lanting kayu, menarik perhatian warga sekitar.
"Kami sudah menerima laporan dari warga terkait keberadaan buaya itu," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, Rabu (9/4).
Namun, menurut informasi yang dihimpun pihaknya, buaya tersebut ternyata telah mati akibat terkena jaring milik warga. Setelah itu, bangkai buaya diletakkan di atas lanting hingga akhirnya diketahui publik.
“Terkait kebenaran informasi ini, kami masih melakukan penelusuran dan sedang menghubungi pihak Polsek setempat untuk data lebih lanjut,” ujar Muriansyah.
Kemunculan buaya di wilayah Kotim, khususnya di sekitar Sungai Tualan, bukan kali pertama terjadi. Populasi predator ganas ini masih tergolong tinggi di sejumlah sungai besar seperti Sungai Mentaya dan anak-anak sungainya yang membelah wilayah Cempaga, Seranau, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut hingga Teluk Sampit.
Muriansyah menyebutkan bahwa dalam sepekan terakhir, laporan kemunculan buaya hampir diterima setiap hari dari berbagai wilayah.
“Kemunculan buaya makin sering, bahkan ada yang naik ke darat dekat permukiman dan sekolah. Ini tentu sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini merupakan masa-masa yang harus diwaspadai masyarakat karena sedang berlangsung musim kawin buaya, ditambah tingginya curah hujan yang membuat habitat mereka meluas ke permukiman.
"BKSDA mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar sungai agar selalu waspada. Hindari aktivitas di air seorang diri dan jangan biarkan anak-anak bermain di tepi sungai," pungkas Muriansyah. (KLIK-RED)