Home Berita Metropolis Menang Telak! Siti Fauziah Raih 38 Suara, Kembali Nakhodai PWI Kotim

Menang Telak! Siti Fauziah Raih 38 Suara, Kembali Nakhodai PWI Kotim

  Sugianto   | Rabu , 14 Mei 2025
cf43651ddcd83916cb25e088e49467f0.jpg
Kedua kandidat calon ketua PWI Kotim, Rusliadi dan Siti Fauziah, saat akan melakukan pencoblosan dalam Konferensi PWI Kotim 2025, Rabu (14/5).

KLIK.SAMPIT – Siti Fauziah kembali dipercaya memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) periode 2025–2028. Ia meraih kemenangan telak dalam konferensi PWI yang digelar di Gedung Wanita, Sampit, Rabu (14/5).

Dalam konferensi tersebut, awalnya terdapat lima calon yang mendaftar sebagai Ketua PWI Kotim, yakni Siti Fauziah, Pujo Darmanto, Dody Rafliansyah, Pathurrachman, dan Rusliadi. Namun, hingga proses pemungutan suara, hanya dua kandidat yang bertahan, yaitu Siti Fauziah dan Rusliadi.

Sebanyak 50 suara diperebutkan, terdiri dari 49 anggota aktif dengan kartu keanggotaan yang sah serta satu suara dari PWI Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis, Siti Fauziah meraih 38 suara, sedangkan Rusliadi hanya memperoleh 11 suara. Satu suara dinyatakan tidak sah atau abstain.

Kemenangan telak ini menunjukkan kepercayaan besar dari anggota PWI Kotim terhadap kepemimpinan Siti Fauziah untuk kembali menakhodai organisasi profesi wartawan tersebut.

“Saya sangat bersyukur karena masih dipercaya oleh kawan-kawan untuk menjabat kembali sebagai Ketua PWI Kotim periode 2025–2028,” ucap Siti Fauziah.

Ke depan, ia berkomitmen membawa PWI Kotim lebih profesional dengan memperkuat kepengurusan, menggelar pelatihan, serta memfasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ia juga menegaskan siap membantu anggota yang menghadapi masalah di lapangan.

“Semuanya akan kami fasilitasi, dan jika ada teman-teman yang menghadapi kendala di lapangan, saya akan turun tangan membantu,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan harapannya agar PWI terus berkembang dan berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bebas hoaks.

“Saya berharap di tengah pesatnya digitalisasi, wartawan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga penjaga akurasi, etika, dan integritas,” ujar Halikinnor. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami