Home Peristiwa Musim Kemarau Mengancam, Jangan Main Api di Kotim!

Musim Kemarau Mengancam, Jangan Main Api di Kotim!

  Sugianto   | Jumat , 16 Mei 2025
f7446696662091ca2202dbc09048dda1.jpg
Kebkaran lahan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur beberapa waktu lalu.

KLIK.SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengintai wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan warga untuk tidak bermain api, seiring prediksi musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Mei hingga Juli 2025.

“Kita akan memasuki musim kemarau. Untuk itu, saya mengimbau warga agar lebih waspada terhadap ancaman karhutla yang bisa saja terjadi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Jumat (16/5).

Ia menyampaikan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kotim akan secara bertahap memasuki musim kemarau, terutama sejak pekan ketiga Mei hingga Juli 2025. Perubahan musim ini ditandai dengan menurunnya curah hujan, hujan yang turun hanya di wilayah-wilayah tertentu, serta munculnya embun tebal di pagi hari.

“Gejala-gejala alam ini menjadi penanda jelas bahwa musim kemarau semakin dekat,” tegasnya.

Multazam menekankan, potensi karhutla tahun ini diperkirakan cukup tinggi. Suhu udara bisa mencapai hingga 35 derajat Celsius, membuat lahan dan semak menjadi sangat mudah terbakar.

“Kondisi panas ekstrem ini harus kita waspadai bersama. Kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu menjadi rutinitas harian kita,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh membakar lahan sembarangan. Tindakan tersebut sangat berisiko dan bisa menimbulkan bencana besar yang merugikan banyak pihak.

“Membakar lahan itu perbuatan yang salah. Jangan anggap sepele. Akibatnya bisa meluas dan membahayakan nyawa serta lingkungan,” tandasnya.

BPBD Kotim akan terus melakukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah terjadinya karhutla, termasuk mengedukasi masyarakat serta memantau titik-titik rawan kebakaran.

“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa melewati musim kemarau dengan aman dan terkendali. Tapi itu semua hanya bisa terjadi jika kita bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak bermain api,” tutup Multazam.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami