Home Peristiwa Basirih Hulu Geger! Buaya Besar Muncul Dekat Permukiman

Basirih Hulu Geger! Buaya Besar Muncul Dekat Permukiman

  Sugianto   | Jumat , 20 Juni 2025
79d2716de4f030814385947ff11bb207.jpg
Kemunculan buaya besar yang mengegerkan warga Basirih Hulu, Kamis malam (19/6).

KLIK.SAMPIT – Warga Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur digegerkan oleh kemunculan seekor buaya besar yang tiba-tiba muncul di tepi sungai desa, Kamis malam (19/6).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, membenarkan adanya kemunculan satwa liar tersebut.

“Kami telah menerima laporan dari warga Basirih Hulu berupa video yang merekam kemunculan buaya pada malam hari,” ujar Muriansyah, Jumat (20/6).

Ia menjelaskan, dari hasil pengamatan terhadap video tersebut, buaya yang muncul diduga merupakan jenis buaya muara dengan ukuran yang cukup besar. Satwa tersebut terlihat berada di tepi sungai saat air sedang surut.

“Kalau dilihat dari video, itu buaya jenis muara dan ukurannya besar,” katanya.

Muriansyah menduga, buaya naik ke tepi sungai karena mencium aroma makanan. Diduga kuat buaya mendekati kandang ternak atau bangkai hewan yang berada di sekitar lokasi.

“Biasanya buaya aktif mencari makan saat malam hari. Mungkin ada yang menarik perhatiannya, seperti ternak atau bangkai binatang,” jelasnya.

Kemunculan buaya di wilayah yang sebelumnya tidak pernah terlihat juga bisa menjadi tanda bahwa habitat alaminya telah rusak. Hal ini membuat buaya berpindah ke lokasi baru yang dianggap lebih aman dan kondusif, termasuk mendekati permukiman warga.

“Kalau habitatnya rusak, buaya bisa saja keluar dan mencari tempat lain. Ini yang membuat mereka muncul di dekat permukiman,” ungkapnya.

Dalam video yang beredar, buaya tersebut terlihat cukup lama berada di permukaan air. Kejadian itu pun sontak menarik perhatian warga yang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat langsung.

Muriansyah mengimbau warga untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, termasuk saat mencari ikan. Ia juga meminta agar anak-anak untuk sementara waktu tidak mandi di sungai.

“Warga juga kami minta tidak membuang sampah organik atau bangkai ternak ke sungai, serta tidak memelihara ternak terlalu dekat dengan bantaran sungai karena itu bisa mengundang buaya,” imbaunya.

Terkait penanganan, ia mengaku bahwa upaya penangkapan buaya cukup sulit dilakukan karena lokasi kemunculannya berada di sungai besar dan titik kemunculan bisa berpindah-pindah.

“Kalau pun berhasil ditangkap satu atau dua ekor, tapi kalau penyebab utamanya belum ditangani, buaya lain bisa saja kembali datang,” tandasnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami