Home Peristiwa Puluhan Sawit Warga Rusak, BKSDA Siapkan Perangkap Beruang di Bapanggang Raya

Puluhan Sawit Warga Rusak, BKSDA Siapkan Perangkap Beruang di Bapanggang Raya

  Sugianto   | Minggu , 20 Juli 2025
6510bab8060f5f9340557289214d155b.jpg
Petugas BKSDA bersama personel TNI dan Dirpolairud mengangkut perangkat beruang yang dipasang di Desa Mekarti Jaya, Pulau Hanaut.

KLIK.SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit berencana memasang perangkap untuk menangkap beruang madu yang meresahkan warga Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan langkah ini diambil setelah menerima laporan warga yang beberapa kali melihat kemunculan satwa dilindungi tersebut di sekitar permukiman. Bahkan, beruang madu itu dilaporkan telah merusak puluhan pohon sawit milik warga.

"Kami sudah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan observasi. Apabila nantinya kembali dilaporkan keberadaan beruang, kami akan segera memasang satu set perangkap berukuran sedang," ujar Muriansyah, Minggu (20/7).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya memiliki dua set perangkap beruang tipe plat (kotak), yang biasa digunakan untuk menangkap beruang dewasa atau berukuran besar.

Perangkap tersebut sebelumnya dipasang sekitar delapan bulan lalu, menyusul laporan kemunculan beruang di Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Pulau Hanaut.

"Namun, selama delapan bulan terakhir, beruang tidak muncul lagi. Maka perangkap kami angkut kembali untuk diperiksa dan dibersihkan," terangnya.

Saat melakukan observasi, pihak BKSDA juga telah memberikan imbauan kepada warga agar tetap tenang dan tidak mencoba mendekati atau mengusir beruang secara mandiri. Hal itu dikhawatirkan dapat memicu reaksi agresif dari satwa tersebut.

"Kami juga mengimbau warga agar tidak meninggalkan makanan di luar rumah, karena dapat memancing kedatangan beruang," tambah Muriansyah.

Sebelumnya, kemunculan beruang madu ini sempat menggegerkan warga. Puluhan pohon sawit dirusak, sehingga memicu kekhawatiran dan permintaan penanganan segera dari pihak terkait. (KLIK.RED)

Baca Juga

Ikuti Kami