KLIK.SAMPIT – Serangan buaya kembali mengguncang warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang nenek bernama Nursehan (63), warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, mengalami luka serius setelah diserang buaya muara saat mandi dan berwudu di tepi Sungai Mentaya, Senin (21/7) sekitar pukul 05.00 WIB.
Korban diseret sejauh enam meter ke tengah sungai sebelum akhirnya berhasil diselamatkan warga sekitar. Saat ini, Nursehan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit akibat luka parah di bagian tangannya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, langsung turun ke lokasi kejadian. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan kandang ayam yang hanya berjarak tiga meter dari lokasi serangan menjadi pemicu munculnya buaya ke permukiman warga.
"Saya langsung cek lokasi. Di belakang rumah korban, dekat sungai, ada kandang ayam. Itu jadi pemicu utama kenapa buaya muncul ke permukiman," ungkap Muriansyah, Rabu (23/7).
Ia menyebut, dari keterangan keluarga korban, buaya telah beberapa kali terlihat di sekitar tepi sungai. Bahkan, sempat mencoba menyerang kandang ayam sebelum insiden tragis ini terjadi.
Menurut Muriansyah, keberadaan kandang ternak di pinggir sungai sangat berisiko menarik perhatian buaya, apalagi jika lokasi tersebut dekat dengan pemukiman.
"Kami imbau warga untuk memindahkan kandang ternak menjauh dari bantaran sungai agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.
Desa Bagendang Permai yang berbatasan langsung dengan Sungai Mentaya memang dikenal rawan konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya buaya muara. Selain kandang ayam, kebiasaan mandi dan beraktivitas di pinggir sungai turut memperbesar risiko serangan.
BKSDA telah melakukan sosialisasi kepada warga dan memasang spanduk peringatan di beberapa titik rawan. Warga juga diminta untuk tidak beraktivitas di pinggir sungai saat pagi dan sore hari, waktu di mana buaya cenderung lebih aktif.
"Jika melihat tanda-tanda keberadaan buaya, segera laporkan. Mitigasi dini jauh lebih baik daripada menunggu korban jatuh kembali," tegas Muriansyah.
Pihak BKSDA berharap, kejadian ini menjadi pelajaran penting agar masyarakat lebih waspada serta memperhatikan aspek keamanan dalam beraktivitas di sekitar habitat satwa liar. (KLIK-RED)