Home Peristiwa Karhutla Mulai Terjadi di Kotim, BPBD dan BMKG Ingatkan Warga Waspada

Karhutla Mulai Terjadi di Kotim, BPBD dan BMKG Ingatkan Warga Waspada

  Sugianto   | Jumat , 25 Juli 2025
873d8aaaf7ed19b5a6dc97bd66fb1e6f.jpg
Petugas saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Baamang Hulu, Jumat (25/7).

KLIK.SAMPIT – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai menunjukkan dampaknya. Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah ini menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi, salah satunya di Jalan Karya Bersama, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, pada Jumat siang (25/7).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, telah terjadi kebakaran lahan dengan estimasi luasan 10×15 meter. Petugas dan relawan sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” katanya.

Menurutnya, laporan kejadian diterima sekitar pukul 13.04 WIB. Tim gabungan langsung menuju lokasi, meski sempat mengalami kesulitan karena akses yang cukup jauh—sekitar 500 meter dari jalan utama—dan tidak tersedianya sumber air. Api akhirnya berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 21 menit.

“Lahan tersebut adalah lahan gambut dan penuh semak belukar. Berdasarkan informasi warga, lahan sempat dibakar untuk dibersihkan, namun ditinggal saat salat Jumat hingga api membesar. Identitas pemilik lahan masih kami telusuri,” lanjutnya.

Multazam kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ia menegaskan bahwa dampak karhutla sangat merugikan, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Selain itu, pelaku pembakaran bisa dikenakan sanksi hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Sementara itu, BPBD Kotim mencatat bahwa titik panas (hotspot) yang terpantau saat ini masih dalam skala rendah. Namun masyarakat tetap diminta waspada karena cuaca kering dan angin kencang berpotensi memperparah situasi jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Kami terus memantau perkembangan hotspot melalui sistem peringatan dini. Jika tren peningkatan hotspot berlanjut, kami akan segera melakukan kaji cepat untuk menaikkan status menjadi siaga bencana karhutla,” ujar Multazam.

Ia juga mengimbau warga yang melihat adanya tanda-tanda kebakaran agar segera melapor. “Kalau masih kecil, segera padamkan. Kalau tidak bisa, laporkan agar bisa segera ditangani,” tambahnya.

Senada dengan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) H Asan Sampit juga mengingatkan bahwa wilayah Kotim telah memasuki musim kemarau dengan potensi hujan sangat rendah dalam beberapa hari ke depan.

“Cuaca panas disertai angin cukup kencang berpotensi mempercepat penyebaran api. Kami minta warga tidak melakukan pembakaran lahan, apalagi di musim kemarau seperti sekarang,” ujar prakirawan BMKG, Nadine Ayasha.

BMKG juga mencatat, hotspot di Kotim mulai terlihat dalam seminggu terakhir meskipun masih ringan. Kondisi ini diperparah dengan terik matahari yang menyengat sejak pagi hingga sore, yang mulai dikeluhkan warga.

“Panasnya luar biasa sekarang. Kalau keluar siang hari, rasanya kulit terbakar ditambah sakit kepala,” keluh Irma, salah seorang warga.

Menghadapi kondisi ini, BPBD Kotim bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan desa tanggap bencana terus melakukan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla. Mereka juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah dan menangani kebakaran lahan sebelum meluas. (KLIK-RED)
 

Baca Juga

Ikuti Kami