Home Berita Metropolis Tegas Seperti Pena, Bebas Seperti Tingang: Makna di Balik Logo HUT ke-33 PWI Kotim

Tegas Seperti Pena, Bebas Seperti Tingang: Makna di Balik Logo HUT ke-33 PWI Kotim

  Redaksi   | Sabtu , 26 Juli 2025
1181e408efcb95113a83233861b3e87d.jpg
Logo resmi Hari Ulang Tahun ke-33 PWI Kabupaten Kotawaringin Timur.

KLIK.SAMPIT – Di balik kesederhanaannya, logo Hari Ulang Tahun ke-33 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur menyimpan makna yang dalam. Tak sekadar angka dan goresan tinta, tapi simbol perjalanan panjang para jurnalis daerah dalam menjaga nurani publik.

Logo bernuansa monokrom ini menampilkan angka "33" yang dirancang membentuk siluet ujung pena. Desainnya tampak simpel, tetapi sarat filosofi. Bentuk pena itu melambangkan kekuatan kata dan ketajaman tulisan—dua hal yang menjadi senjata utama wartawan.

“Pena adalah senjata kami. Lewat tulisan, kami bicara. Lewat tulisan pula, kami bertanggung jawab,” ujar Desi Wulandari, Ketua Panitia HUT PWI Kotim.

Namun, yang menarik, logo ini juga menyisipkan makna lokal: filosofi burung Tingang, atau yang juga dikenal sebagai burung Enggang. Dalam budaya Dayak Kalimantan Tengah, burung Tingang adalah lambang kebebasan, kewibawaan, dan kebijaksanaan. Burung yang terbang tinggi di atas rimba ini dipercaya mampu melihat jauh ke depan sebuah simbol pengawasan dan penjaga nilai-nilai luhur.

Makna itu ternyata sejiwa dengan peran pers.

“Burung Tingang jadi lambang lokal yang sangat kuat. Sama seperti wartawan, ia mesti punya pandangan luas, tak gentar menghadapi tantangan, dan selalu menjunjung kebenaran,” kata Ketua PWI Kotim Siti Fauziah.

Dalam konteks ini, pers bukan hanya perekam peristiwa, tapi juga penjaga moral masyarakat. Ia hadir seperti Tingang terbang tinggi mengamati, lalu turun ke bumi menyuarakan kebenaran.

Warna hitam pada logo pun tak sekadar estetika. Ia melambangkan ketegasan dan integritas, bahwa dalam riuhnya dinamika politik, sosial, hingga lingkungan, wartawan tetap berdiri tegak, tak mudah tergoda.

Di usia ke-33 ini, PWI Kotim ingin menegaskan satu hal: bahwa menjadi wartawan bukan sekadar profesi, tapi panggilan jiwa. Dan lewat logo ini, semangat itu dikukuhkan tegas seperti pena, bebas seperti Tingang. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami