Home Berita Metropolis Ayah Tega Cabuli Anak Sambung, Lentera Kartini Desak Hukuman Berat

Ayah Tega Cabuli Anak Sambung, Lentera Kartini Desak Hukuman Berat

  Sugianto   | Selasa , 29 Juli 2025
2bf06fb05b8726d8fb7a2af1bdfcb069.jpg
Ilustrasi. (Dibuat dengan kecerdasan buatan)

KLIK.SAMPIT – Kasus asusila terhadap anak di bawah umur kembali mengguncang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, seorang ayah sambung di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan tega mencabuli anak tirinya sendiri.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Lentera Kartini Kotim Forisni Aprilista, angkat bicara. Ia menilai perbuatan tersebut sangat keji dan meninggalkan luka psikologis mendalam bagi korban.

“Kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Kami mendorong agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Forisni, Selasa (29/7).

Forisni menyayangkan masih adanya kasus serupa yang berulang di wilayah tersebut. Menurutnya, predator anak bak fenomena gunung es, banyak yang terjadi tetapi luput dari jerat hukum karena keluarga korban memilih bungkam dengan alasan aib.

“Kami minta pihak kepolisian benar-benar mengusut tuntas kasus ini agar memberi efek jera bagi pelaku dan menjadi peringatan keras bagi predator anak lain,” tambahnya.

Selain menyoroti aspek hukum, Forisni juga mengingatkan para orang tua, terutama ibu, untuk lebih waspada dalam mengawasi anak. Ia menekankan pentingnya komunikasi intens dan ikatan batin yang kuat antara ibu dan anak sebagai benteng pencegahan.

“Pola asuh yang tepat, pembentukan karakter sejak dini, membangun rasa percaya diri anak, dan mengajarkan sikap yang baik sejak kecil juga menjadi upaya perlindungan,” ujarnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah dan lembaga terkait memperkuat edukasi serta membangun sistem perlindungan anak yang responsif hingga ke tingkat desa.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga dan sekolah. Tapi kalau sudah terjadi, proses hukum harus adil dan tidak pandang bulu,” tandasnya.

Forisni berharap kasus ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga perlindungan anak untuk menciptakan lingkungan aman bagi anak-anak, terutama di daerah pelosok yang rentan. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami