KLIK. SAMPIT– Sebuah Kapal Layar Motor (KLM) yang mengangkut pupuk dengan tujuan Pelabuhan Sampit dilaporkan karam di tengah laut pada Kamis (7/8) lalu, Insiden tersebut diduga lambung pada kapal bocor menyebabkan seluruh muatan pupuk yang diperkirakan bernilai sekitar Rp2,5 miliar ikut tenggelam.
Direktur Polairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra mengonfirmasi kejadian tersebut. "Ya benar, kapal mengalami kebocoran hingga tenggelam," ujar Dony, Senin (11/8).
Berdasarkan informasi awal, kapal berangkat dari salah satu pelabuhan di Pulau Jawa dengan membawa puluhan ton pupuk. Dalam perjalanan menuju Sampit, kapal mengalami kebocoran akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Awak kapal sempat berupaya melakukan penyelamatan, namun air laut terus masuk hingga kapal akhirnya tenggelam.
Seluruh awak kapal dilaporkan selamat setelah berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berikut identitas tujuh kru KLM Hasil Karya Bahari:
Arifin Yada (52) sebagai nakhoda asal NTB
Ismail (37) sebagai KKM asal NTB
Muhamad Sultan Al Fauzi (35) asal NTB
4. Andi Arsandi (36) ABK asal NTB
Rosid (40) ABK asal NTB
Sahbudi (34) ABK asal Jabar
Mohamad Tang (58) ABK asal Bugis.
Dalam kejadian tersebut, meski tidak menelan korban jiwa, namun kerugian material berkisar miliaran rupiah. pihak terkait masih melakukan pendataan kerugian dan mengatur proses penanganan bangkai kapal.
Kerugian materiil dari kejadian ini diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar, termasuk nilai muatan pupuk dan kerusakan kapal. (KLIK.RED)