Home Peristiwa Tenda Roboh Diterjang Angin, Upacara Penurunan Bendera di MHU Tetap Khidmat

Tenda Roboh Diterjang Angin, Upacara Penurunan Bendera di MHU Tetap Khidmat

  Sugianto   | Senin , 18 Agustus 2025
c5a11e963e96f5b2be98449b84c7aedf.jpg
Tenda di lokasi Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-80 RI di Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, terbang diterpa angin kencang, Minggu sore (17/8).

KLIK.SAMPIT – Upacara penurunan bendera merah putih dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sempat diwarnai insiden robohnya tenda akibat terpaan angin kencang, Minggu (17/8) sore. Meski begitu, prosesi tetap berlangsung khidmat hingga selesai.

“Benar, kejadian itu terjadi di tempat kami, mungkin sekitar setengah tiga sore kemarin,” ujar Rahmah, salah seorang warga setempat, Senin (18/7).

Ia menjelaskan, insiden terjadi sesaat sebelum upacara penurunan bendera dimulai. Hembusan angin kencang membuat salah satu tenda di area lapangan ambruk. Sejumlah panitia dan peserta upacara sigap mengevakuasi perlengkapan agar tidak menimbulkan gangguan lebih besar.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Setelah kondisi terkendali, upacara dilanjutkan dengan penuh khidmat,” tambah Rahmah.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sukses menurunkan Sang Saka Merah Putih dengan gerakan rapi. Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun berkumandang, dinyanyikan seluruh peserta dengan penuh semangat.

Rahmah menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan dan keteguhan peserta upacara meski sempat diterpa insiden tak terduga.

“Alhamdulillah upacara berjalan lancar. Semangat kemerdekaan tidak boleh luntur meski ada tantangan cuaca,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kecamatan. Namun suasana haru sekaligus bangga mewarnai penutupan upacara, menegaskan bahwa nilai perjuangan dan persatuan tetap kokoh di hati masyarakat. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami