KLIK.SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus berkomitmen membina warga binaan agar siap kembali ke masyarakat. Kali ini, Lapas menggelar pelatihan budidaya ayam petelur sebagai bekal keterampilan usaha, Selasa (9/9).
Kepala Lapas Sampit Muhammad Yani mengatakan, pelatihan ini dirancang agar warga binaan memiliki keterampilan praktis yang dapat dijalankan setelah bebas.
“Budidaya ayam petelur sangat potensial karena kebutuhan telur terus meningkat. Kami berharap ini bisa jadi modal usaha mereka nanti,” ujarnya.
Sebanyak 20 warga binaan mengikuti pelatihan yang digelar di lingkungan Lapas. Mereka dibekali pengetahuan mulai dari memilih bibit ayam unggul, manajemen pakan, hingga perawatan kandang agar produksi telur lebih maksimal.
“Nantinya kalau terkendala modal, usaha ini bisa dibangun di depan rumah. Minimal bisa dipasarkan di lingkungan sekitar,” tambah Yani.

Sebelumnya, Lapas Sampit juga sudah melaksanakan pelatihan keterampilan lain bekerja sama dengan BLK, seperti pelatihan AC dan pengelasan.
Kepala Dinas Pertanian Sepnita mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, hampir setiap tahun kerja sama dengan Lapas Sampit terus berlanjut.
“Ini pembekalan bagi warga binaan agar saat keluar nanti mereka punya keterampilan untuk kembali terjun ke masyarakat,” jelasnya.
Para peserta mengaku senang dengan kesempatan ini. Selain menambah ilmu, mereka merasa lebih bersemangat menjalani masa pembinaan.
Dengan adanya pelatihan ini, Lapas Sampit berharap warga binaan mampu mandiri secara ekonomi, tidak kembali terjerumus ke pelanggaran hukum, serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat setelah bebas. (KLIK-RED)