KLIK.SAMPIT – Upaya pencegahan narkoba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memasuki babak baru. Setelah resmi naik status dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) menjadi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), lembaga ini langsung tancap gas dengan fokus utama menyelamatkan generasi muda.
Kepala BNNK Kotim AKBP Muhammad Fadli, menegaskan langkah pertama yang dilakukan adalah konsolidasi internal. Menurutnya, penting bagi setiap personel memahami struktur organisasi dan tugasnya agar semua program berjalan maksimal.
“Struktur kerja segera kami bentuk, termasuk pola pelaporan yang terkoneksi langsung dengan BNN Provinsi dan Mabes BNN. Jadi, setiap kegiatan, sekecil apa pun, tidak boleh terlewat,” kata Fadli, Rabu (1/10).
Selain itu, BNNK Kotim sudah menyiapkan program pencegahan penyalahgunaan narkotika yang menyasar kalangan pelajar dan remaja. Fadli menilai, Kotim dengan wilayah yang luas dan heterogenitas tinggi memerlukan strategi kolaboratif.
“Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan. Fokus kami menyelamatkan generasi muda, supaya mereka tidak terjerumus sejak awal,” tegasnya.
Dukungan fasilitas juga sudah diberikan oleh Pemkab Kotim, mulai dari kantor, kendaraan operasional hingga sarana kerja. Meski masih ada sejumlah kebutuhan tambahan, Fadli menilai sarana yang tersedia sudah cukup untuk memulai langkah awal.
“Fasilitas kantor sudah lumayan memadai. Kalau ada kekurangan, nanti dipenuhi bertahap. Ini juga bentuk dukungan langsung dari Pemkab,” tambahnya.
Dengan resmi beroperasinya BNNK, Kotim kini memiliki lembaga khusus yang lebih kuat dalam memerangi narkoba. Harapannya, kehadiran BNNK tidak hanya memperkuat penindakan, tetapi juga membangun benteng pencegahan sejak dini bagi generasi muda di Bumi Habaring Hurung. (KLIK-RED)