KLIK.SAMPIT - Seekor beruang dengan luka parah pada kaki belakang kiri muncul di Jalan Tjilik Riwut Km 8, Gang Budi Mufakat, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (6/10). Satwa yang diperkirakan berusia remaja hingga dewasa itu terlihat di sekitar pohon tumbang di tepi sungai atau parit.
Kemunculan beruang tersebut diketahui setelah videonya diterima Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit. Petugas bersama aktivis lingkungan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, kondisi kaki beruang mengarah pada dugaan satwa tersebut pernah terkena jerat. Jerat yang dicurigai menggunakan bahan seling baja atau yang dikenal masyarakat sebagai jerat sisit.
"Dari kondisi kakinya, kami menduga beruang ini sebelumnya terkena jerat. Biasanya jerat seperti itu menggunakan seling baja atau yang dikenal warga sebagai jerat sisit," ujarnya, Rabu (7/10).
BKSDA memperkirakan beruang tersebut sempat terjerat sebelum akhirnya berhasil melepaskan diri. Namun, luka pada kaki belakang kirinya masih cukup parah.
Petugas kemudian menyisir kawasan perkebunan kelapa sawit seluas sekitar dua hektare. Pencarian dihentikan setelah hari mulai gelap karena beruang yang terluka dinilai lebih berisiko jika merasa terancam.
"Beruang normal saja harus diwaspadai, apalagi dalam kondisi terluka. Kami tidak ingin mengambil risiko. Pencarian akan kami lanjutkan kembali," kata Muriansyah.
BKSDA belum memastikan apakah kemunculan beruang tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan. Muriansyah mengatakan hal itu baru dapat diketahui setelah satwa ditemukan dan kondisinya diperiksa.
"Yang terlihat jelas sementara adalah luka yang diduga akibat jerat. Kalau ada pengaruh kebakaran atau tidak, kami harus menemukan beruangnya dulu," tuturnya.
Warga setempat menyebut kemunculan beruang di kawasan tersebut bukan kali pertama. Satwa itu juga beberapa kali terlihat masuk ke area perkebunan dan memakan tanaman nanas milik warga.
BKSDA mengimbau masyarakat tidak mendekati atau mencoba menangkap beruang tersebut apabila kembali terlihat. Warga diminta segera melapor agar penanganan dapat dilakukan petugas secara aman.
Pencarian akan kembali dilakukan untuk memastikan kondisi satwa sekaligus mengantisipasi beruang masuk lebih jauh ke kawasan permukiman. (KLIK-RED)