Home Peristiwa Hujan Guyur Tiga Kecamatan Kotim, Warga Berharap Kabut Asap Mereda

Hujan Guyur Tiga Kecamatan Kotim, Warga Berharap Kabut Asap Mereda

  Sugianto   | Kamis , 08 Oktober 2026
a5c15c3a5c994bc0fc44b64601dc2a25.jpg
Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (8/10) sore. (Sugiantol/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (8/10) sore. Hujan turun di Kecamatan Kotabesi, Cempaga, dan Baamang di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Namun, hujan belum merata. Intensitas dan durasinya juga berbeda di masing-masing wilayah.

Di Desa Bajarum, Kecamatan Kotabesi, hujan turun dalam waktu singkat. Meski begitu, guyurannya cukup deras hingga membasahi jalan dan lingkungan sekitar.

"Sebentar saja hujannya, tetapi deras," ujar Mia, warga Bajarum.

Sementara di Kecamatan Cempaga, hujan turun berupa gerimis. Guyurannya juga belum merata di seluruh wilayah.

"Hujannya agak gerimis, tidak merata," kata Hadi, warga Cempaga.

Turunnya hujan disambut baik warga karena diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga berharap hujan kembali turun dengan intensitas lebih tinggi dan merata.

"Harapannya hujan turun lagi dan lebih merata, supaya asap berkurang dan kondisi udara bisa lebih baik," ujar Hadi.

Prakirawan BMKG H Asan Sampit, Rahmat Wahidin Abdi, membenarkan adanya hujan di sejumlah wilayah Kotim. Berdasarkan analisis sementara, hujan tersebut dipengaruhi adanya belokan angin di wilayah Kotim.

"Analisis sementara karena adanya belokan angin di wilayah Kotim," jelas Rahmat.

Selain kondisi atmosfer, hujan juga mendapat dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di wilayah Kotim pada hari yang sama.

"Ada support OMC juga di wilayah Kotim hari ini," ujarnya.

Meski hujan mulai turun, Rahmat mengingatkan masyarakat tidak langsung menganggap kabut asap telah berakhir. Warga tetap diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih terdampak asap.

"Kurangi aktivitas di luar saja karena masih dalam kondisi kabut asap," pungkasnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami