KLIK.SAMPIT – Selain nama yang dinilai membawa unsur politik, rupanya rancangan desain baru Gerbang Sahati juga mengundang kritikan dari netizen media sosial di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Seperti yang disampaikan pengguna Facebook dengan nama akun, Werry Doank, yang menuliskan dalam status medsosnya.
"Saya tidak menolak renovasi gerbang. Tapi hanya menolak desainnya yang sama sekali tidak ada unsur budaya lokal daerah," terang Werry.
Menurut netizen tersebut rancangan desain baru Gerbang Sahati tidak cukup mewakilkan budaya lokal. Hanya ada gambar belanga atau telawang yang menjadi ciri khas Kotim.
Selain itu ada pula netizen yang mengkritik ditambahkannya patung ikan jelawat pada desain baru Gerbang Sahati. Karena dinilai tidak cocok untuk berada di atas Gerbang dan tidak menggambarkan ciri khas Kotim.
Menanggapi beragam kritikan dari netizen, Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan akan mengevaluasi kembali desain Gerbang Sahati.
"Nanti saya akan evaluasi sebagian warnanya. Makanya ada beberapa bundaran yang saya ubah warnanya supaya tidak terkait dengan unsur apa-apa. Yang agamis saja, mungkin hijau muda yang kelihatan cerah, bersih, dan terang," tutur Halikin.
Namun, terkait ornamen patung jelawat menurutnya itu sudah sesuai dengan ikon yang diusung Kota Sampit. Bahkan, ke depannya ia ingin seluruh kabinet pemerintah di Kotim turut menonjolkan ikan jelawat sebagai ikon Kota Sampit.
Ia juga berencana meningkatkan produksi ikan jelawat di Kotim, agar ikan yang menjadi ikon di Kota Sampit ini tidak hanya sekadar nama tapi benar-benar dihasilkan dari Kota Sampit.
"Kalau ornamen memang ikon kita ikan jelawat, mohon dipahami. Makanya saya ingin ke depannya bagaimana supaya ikan jelawat itu harus betul-betul dibudidayakan di sini," ujarnya.
Sedangkan, terkait cocok tidaknya ornamen ikan jelawat diletakan di atas Gerbang, menurut Halikin, itu hanya masalah pemahaman dari masyarakat. Menurutnya tidak ada salahnya menempatkan patung ikan jelawat di atas Gerbang, karena itu merupakan ikon Kota Sampit, jadi hendaknya tidak dimaknai secara harfiah.
"Ada yang mengatakan bahwa ikan jelawat ini di air, tidak seperti itu. Namanya ikon boleh saja ditempatkan diatas. Dan karena ikan jelawat itu ikon kita, makanya itu yang dimunculkan," tandasnya. (KLIK-RED)