KLIK. SAMPIT— Kepolisian Resor Kotawaringin Timur membeberkan kronologis kejadian tambang maut mengakibat 6 nyawa penambang melayang, di Desa Tumbang Torung, Kecamatan Bukit Santuai, yang terjadi Kamis (28/10) lalu.
Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin menjelaskan kronologis yang menewaskan 6 korban terkait insiden kecelakan tanah longsor yang menimpa pekerja tambang ilegal tersebut.
“Kejadian berawal dari 11 pekerja melakukan penambangan dengan cara menyemprotkan air dengan mesin, ke arah lubang penambang agar pasir atau tanah bisa disedot,” jelasnya, Senin (1/11).
Lanjutnya, pasir atau tanah tersebut bisa disedot dan dialirkan ke tempat karpet untuk menyaring emasnya dan saat proses tersebut ada 6 pekerja di bawah lubang penambang dengan kedalaman kurang lebih 10 meter.
Pada saat pukul 12.00 WIB tanah yang berada di atas 6 pekerja tersebut mengalami longsor. Sehingga mengakibatkan keenamnya meninggal dunia.
“Para pekerja tidak dilengkapi dengan jaminan kesehatan kerja serta tidak ada peralatan atau antisipasi oleh pemilik tambang tersebut,” tandasnya. (KLIK-RED)