KLIK. SAMPIT— Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit akhirnya memutuskan memasang perangkap beruang di Jalan Karya Bersama, Lingkar Kota Utara, Sampit, Senin (19/1). Ini menindaklanjuti laporan warga bahwa ada beruang masuk ke pondok di kebun sawit belakangan ini.
Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan bahwa pihaknya melakukan kegiatan pemasangan satu unit perangkat beruang di lokasi beruang masuk pondok warga.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga tentang kemunculan dan gangguan beruang di kebunnya,” ungkapnya.
Muriansyah membeberkan, hewan yang dilindungi oleh negara tersebut sudah merusak pondok milik warga dan itu sudah dilaporkan warga sebanyak empat kali.
Penyebab awal beruang merusak pondok warga adalah kerusakan habitat beruang yang berdampak pada pakan sehingga beruang lebih agresif.
“Beruang lebih berani memasuki lingkungan masyarakat dan bisa disebabkan oleh aktivitas dari warga tanpa sengaja mengundang kehadiran beruangan,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa perilaku ruangan secara alami muncul pada malam hari. Namun sekitar tiga tahun ini beruang muncul di siangan hari atau sore hari.
“Ini bisa disebabkan beruang mencari makanan sehingga menyebabkan perubahan perilaku,” tandasnya.
Untuk diketahui, laporan yang ditangani BKSDA Pos Jaga Sampit kali ini beruang lebih nekat. Beruang merusak dan masuk ke pondok warga hingga mengambil sejumlah bahan makan seperti gula dan minyak goreng. Hal ini membuat warga takut hingga akhirnya BKSDA berupaya menangkap beruang itu menggunakan perangkap tersebut. (KLIK-RED)