KLIK.SAMPIT - Menata Kota Sampit, dinilai merupakan salah satu pekerjaan yang sulit bagi pemerintah daerah. Sebab tata Kota Sampit, ini dinilai kompleks. Terutama di wilayah perkotaan yang sudah tersentuh pembangunan.
Hal ini diungkapkan, Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sutik. Sutik menilai untuk penataan Kota Sampit ini sudah rumit dan sulit dilakukan. Khususnya di kawasan Jalan HM Arsyad, MT Haryono, Jalan Pelita, Jalan Kapten Mulyono. Banyak bangunan yang berada di atas drainase. Hal ini menurutnya, merupakan akibat minimnya pengawasan terhadap pembangunan.
”Maka dari itulah untuk areal-areal yang masih akan dibangun perlunya dikawal dan diawasi sebaik mungkin,” ujarnya, Sabtu (26/3)
Di lain sisi, Sutik juga menekankan kepada pihak teknis untuk memberikan solusi bagi bangunan-bangunan yang sudah terlanjur. Misalkan dengan diberikan kewajiban untuk menormalisasi drainase di sekitar bangunan dan terpenting untuk tidak menutup parit di sekitarnya.
"Pemerintah harus tegas dan aktif mengawasi bangunan-bangunan baru di Kota Sampit karena tidak jarang ada bangunan yang berdiri di atas parit sehingga akhirnya menutup saluran drainase,” tegasnya.
Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut maka akan menutup banyak saluran drainase sehingga membuat sejumlah permukiman penduduk akan terendam banjir ketika musim hujan. (KLIK-RED /*)