KLIK.SAMPIT - Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, memeriksa 9 saksi terkait dugaan pembunuhan yang dialami pencari kepiting di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Timur AKBP Sarpani menegaskan pemeriksaan saksi-saksi ini masih belum mengarah ke pelaku.
"Kami masih menyelidiki dan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi," kata Sarpani, Senin (8/8).
Adapun saksi yang diperiksa tersebut adalah orang yang mengetahui sebelum kejadian atau sesudah kejadian tewasnya korban.
Polisi juga telah melakukan visum et refertum terhadap jasad Wahab, yang ditemukan meninggal dunia di perahunya.
Dari hasil visum terdapat luka di bagian perut. Luka ini diduga sebagai tanda-tanda kekerasan yang dialami korban.
Untuk mengungkap kasus ini polisi juga telah membentuk tim khusus, yang terdiri dari personel Polres Kotim, Polsek Pulau Hanaut, dan Polsek Jaya Karya.
"Kami berharap kasus ini segera terungkap," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Wahab (39), ditemukan tak bernyawa di perahu atau kelotok miliknya, Sabtu sore (6/8). Pria ini diduga merupakan korban pembunuhan pasalnya terdapat sejumlah luka di tubuhnya.
Sebelum ditemukan jenazah tersebut, Wahab sempat berpamitan dengan keluarganya pada Jumat (5/8) pukul 03.00 WIB, untuk pergi mencari kepiting di laut.
Namun, hingga Sabtu (6/8) tak kunjung pulang. Hingga, nelayan lainnya menemukan korban sudah tidak bernyawa di atas perahu miliknya tersebut. (KLIK-RED)