Home Pemerintah Kotawaringin Timur Musim Kemarau, Bupati Kotim Ingatkan Tak Boleh Buka Lahan dengan membakar

Musim Kemarau, Bupati Kotim Ingatkan Tak Boleh Buka Lahan dengan membakar

  Redaksi   | Senin , 08 Agustus 2022
7e0a1faf573079a4ee48861c5092e153.jpg
Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor saat diwawancarai soal potensi kebakaran lahan di daerah itu.

KLIK. SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mengingatkan agar masyarakat tak lagi membuka lahan dengan cara membakar. 

Sebab, saat ini kabupaten itu telah memasuki musim kemarau. Sehingga sangat rawan terjadi kebakaran lahan yang dapat menimbulkan asap. 

"Kemarau ini berpotensi menjadi masalah yang krusial, dan selalu kita hadapi setiap tahunnya. Kalau ada asap kita semua dibuat pusing. Karena semua akan ribut sampai dunia internasional," kata Halikinnor, Senin (8/8).

Potensi bencana ini tak hanya berpotensi di wilayah pelosok Kotawaringin Timur, namun juga wilayah perkotaan. Bahkan, justru wilayah perkotaan lebih berpotensi tetjadinya kebakaran lahan.

"Semak belukar di tanah kosong itu yang sering terjadi kebakaran," imbuhnya. 

Halikinnor mencontohkan, seperti Jalan HM Arsyad Sampit, di wilayah tersebut banyak lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar. 

Ia pun mengingatkan para pemilik lahan agar memerhatikan lahan miliknya. Sebab pemilik lahan memiliki kewajiban menjaga tanahnya, termasuk dari kebakaran.

Sebab itu, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan kosong. Ia meminta kepada camat yang ada di wilayah perkotaan untuk mendata. 

"Kalau tidak ada pemilknya segera pasang papan yang ditulis 'tanah tersebut dijual biar orangnya muncul," kata orang nomor satu di pemerintahan kabupaten itu.

Dirinya menilai dengan cara tersebut akan segera diketahui pemiliknya. Karena sebagian besar lahan kosong yang ada di wilayah perkotaan itu pemiliknya bukan penduduk asli Kotim. 

"Karena kalau sudah kemarau lahan terbakar itu sulit dipadamkan. Soalnya lahan kita itu gambut. Dan saya harap itu tidak terjadi lagi, antisipasi harus dilakukan dari sekarang," tutupnya.

Dia ingin kahan kosong bisa diberdayakan dan produktif. Sehingga tidak hanya menjadi sumber potensi bencana belaka. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami