Home Pemerintah Kotawaringin Timur Kendalikan Inflasi Pemkab Kotim Tingkatkan Ketahanan Pangan

Kendalikan Inflasi Pemkab Kotim Tingkatkan Ketahanan Pangan

  Redaksi   | Jumat , 19 Agustus 2022
471358536be120c87caaabcadac11b3e.jpg
Bupati Kotim Halikinnor, bersama Sekda Kotim Fajrurrahman, dan Kepala BPS Kotim Eddy Surahman, saat zoom metting Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2022, Kamis (18/8).

KLIK. SAMPIT -  Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bertekad mewujudkan ketahanan pangan di daerah itu.  Hal ini penting untuk memgendalikan inflasi saat ini. 

Salah satu upayanya adalah dengan membentuk lumbung pangan pada tahun 2023 nanti. 

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mengatakan sampai dengan saat ini daerah inu belum memiliki lumbung pangan. 

"Melihat sering terjadi inflasi di wilayah ini, kami mempersiapkan lumbung pangan. Sampai sekarang kita belum punya karena masih kesulitan lantaran pandemi Covid-19 yang melanda," katanya, Kamis (18/8).

Lanjutnya, sudah direncanakan setidaknya tahun depan dinas pertanian memiliki lahan 50-100 hektar untuk menjaga ketahanan pangan. Itu dilakukan untuk mencegah  terjadinya inflasi tinggi di wilayahnya ini. 

Ini ia katakan usai mengikuti zoom meeting dengan Presiden Joko Widodo terkait inflasi yang terjadi di Indonesia. 

Sementara Presiden Indonesia, Joko Widodo mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak begitu baik. Tidak hanya makro hal ini juga dpat dilihat dari kondisi mikro. 

"Saya meminta semua kepala daerah meninventarisasi inflasi. Misalnya cabai mengalami kenaikan maka perlu diketahi daerah mana yang bisa memasok cabai. Disambungkan," kata Jokowi. 

Sementara itu, Kotim juga mengalami inflasi. Ada beberapa komoditas yang memicu inflasi di Kotim yaitu biaya transfortasi, tomat, cabai dan telur serat bawang merah. 

"Karena siklusnya bisa dilihat bulan apa saja yang terjadi lonjakan setiap tahunnya. Inilah peran pemerintah menjaga stabilitas itu, agar tidak terjadi inflasi tinggi salah satu caranya kami akan membuat lumbung pangan," imbuhnya. 

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Eddy Surahman menjelaskan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Juli 2022 antara lain angkutan udara, bawang merah, beras, dan ikan tongkol. 

"Selanjutnya, ikan nila, tomat, bahan bakar rumah tangga, pasir, cabai rawit, dan udang basah juga turut menyumbang inflasi,"  ungkapnya. 

Berdasarkan dua kota acuan, di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kota Sampit dan Palangka Raya, terjadi inflasi sebesar 0,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,89. 

Sementara itu, inflasi gabungan Kota Sampit dan Kota Palangka Raya Juli 2022 terjadi karena adanya peningkatan indeks kelompok transportasi sebesar 1,67 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,93 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,36 persen. 

Sedangkan inflasi tahun kalender Juli 2022 terhadap Desember 2021 untuk gabungan Kota Sampit dan Palangka Raya tercatat sebesar 4,71 persen dan inflasi tahun ke tahun (Juli 2022 terhadap Juli 2021) sebesar 6,79 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Juli 2022 antara lain daging ayam ras, minyak goreng, kacang panjang, ikan patin, sawi hijau, bawang putih, emas perhiasan, ikan asin telang, susu bubuk dan kangkung. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami