KLIK.SAMPIT - Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menempati peringkat ke-83 inflasi atau kenaikan harga di Indonesia, Desember 2022 lalu.
Rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Desember 2022 di Indonesia terjadi inflasi sebesar 0,66 persen. Dari 90 kota IHK, seluruh 90 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bandung sebesar 2,04 persen dan terendah terjadi di Sorong sebesar 0,01 persen.
"Kota Sampit menempati peringkat ke-83 kota inflasi dengan inflasi sebesar 0,28 persen," jelas Kepala BPS Kotim Eddy Surahman, Rabu (4/1).
Inflasi di Kota Sampit terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran.
Di antaranya yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,44 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen ; kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen; kelompok transportasi 1,16 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,21 persen).
Sementara itu, untuk tingkat inflasi tahun kalender Desember 2022 sebesar 5,99 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 5,99 persen.
Komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi, yaitu: angkutan udara, rokok kretek filter, beras, telur ayam ras, minyak goreng, semangka, pelumas/oli mesin, emas perhiasan, ikan layang atau ikan benggol, dan rokok putih.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi, yaitu: kacang panjang, ikan tongkol, ikan nila, sabun detergen bubuk atau cair, kangkung, ikan selar, pasta gigi, sawi hijau, bahan bakar rumah tangga, dan baja ringan. (KLIK-RED)