KLIK.SAMPIT- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit memastikan satwa yang muncul di dekat salah satu rumah makan di tepi Sungai Mentaya, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (29/1) sekitar pukul 13.00 WIB, diduga kuat merupakan biawak.
"Kami sudah ke lokasi untuk memastikan narasi di video yang beredar. Dari hasil ini diduga kuat hewan ini biawak, bukan buaya," ucap Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin malam (29/1).
Dia menyebut, sebelumnya berdasarkan laporan dari dua orang wartawan adanya beredar video kemunculan 1 ekor buaya di tepi Sungai Mentaya sekitar salah satu rumah makan. Pihaknya langsung ke lokasi dan mengumpulkan informasi dari warga sekitar dan mengamati situasi sekitar dan menganalisa video.
"Kami menganalisa video yang dibuat warga di salah satu rumah makan sebelah kiri ( arah hulu sungai). Bisa dilihat dari latar hutan sama dengan di video," ujarnya.
Lanjutnya, dari keterangan warga sekitar atas nama Budi, selaku pengawas rumah makan tersebut mengatakan, selama 10 tahun bekerja di rumah makan tersebut, tidak pernah melihat adanya kemunculan buaya.
"Dia (Budi) tidak pernah melihat kemunculan Buaya di sekitar lokasi. Kalau Biawak, beberapa kali pernah melihat," terang Muriansyah.
Selain itu dari pengamatan BKSDA saat di lokasi juga tidak ditemukan atau terlihat adanya buaya.
"Di lokasi ada sedikit rerumputan dan banyak sampah rumah tangga cocok dengan tempat tinggal atau habitat Biawak," ungkapnya.
Menurutnya saat pihaknya menganalisa video dalam gambar satwa di video tersebut juga tidak terlalu jelas baik cara renang satwa tersebut mirip cara renang biawak, bukan buaya.
"Kalau buaya lebih halus, sedikit gelombang, moncong lebih mirip biawak, kami simpulkan video yang beredar bukan buaya namun diduga kuat biawak," imbuhnya.
Dia menambahkan, walaupun satwa tersebut di duga kuat bukan buaya, pihaknya mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas di Sungai Mentaya.
"Kami mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama saat hari sudah gelap," pungkasnya. (KLIK-RED)