KLIK.SAMPIT - Tawon Vespa affinis atau tawon ndas bersarang di bangunan milik warga di Jalan Tartar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Keberadaan tawon mematikan ini meresahkan warga hingga akhirnya mereka melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur.
Tawon Vespa affinis dikenal sebagai salah satu spesies tawon yang berbahaya. Sengatannya dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, termasuk pembengkakan, kesulitan bernapas, dan dalam beberapa kasus, anafilaksis yang berpotensi fatal. Tawon ini juga dikenal agresif dan dapat menyerang jika merasa terganggu.
Mendapat laporan tersebut, petugas Disdamkarmat Kotawaringin Timur mengevakuasi sarang tawon tersebut, Jumat (23/8). Sarang tawon vespa ini cukup besar dengan diameter kurang lebih 20 sentimeter, sehingga sangat meresahkan warga.
Kepala Disdamkarmat Kotim, Wim Reinhard Kaluwa Benung, mengatakan warga setempat melaporkan keberadaan sarang tawon vespa yang meresahkan itu.
"Dari laporan yang diterima, keberadaan tawon ini memang sangat meresahkan. Petugas kami langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi," ucap Wim.
Dia menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurut Wim, berdasarkan informasi yang diterima petugas piket jaga Mako dari grup WhatsApp Peleton 1, ada permintaan dari masyarakat atas nama Galih untuk menangani sarang tawon di kediamannya di Jalan Tartar Gang Patr.
"Setelah menerima informasi dan melakukan validasi, petugas langsung bersiap untuk menuju ke lokasi kejadian," terangnya.
Setiba di lokasi, petugas menanyakan terlebih dahulu keberadaan sarang tawon tersebut. Kemudian petugas diarahkan menuju bagian depan rumah pelapor. Sarang tawon terletak pada penyangga atap bangunan penyimpanan tandon air.
"Menurut informasi dari pelapor, sarang tawon tersebut baru terlihat karena adanya laporan dari tetangga," ungkapnya.
Melihat adanya sarang tawon tersebut, petugas kemudian mempersiapkan peralatan, dan operasional penanganan segera dilaksanakan.
"Setelah beberapa saat, penanganan sarang tawon dengan diameter kurang lebih 20 sentimeter tersebut berhasil dievakuasi," tandas Wim. (KLIK-RED)