KLIK.SAMPIT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau panitia pemilu di wilayah utara Kotim untuk mempersiapkan tempat pemungutan suara (TPS) di gedung-gedung yang aman dari potensi banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyatakan bahwa prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan curah hujan tinggi di daerah ini masih berlanjut hingga Pilkada 27 November mendatang.
"Dengan curah hujan yang tinggi, kami menganjurkan agar TPS menggunakan bangunan kosong di desa-desa yang lebih aman dari genangan air. Ini untuk mencegah kendala saat pemungutan suara berlangsung," jelas Multazam, Kamis (14/11).
Beberapa desa di wilayah utara Kotim, seperti Tumbang Gagu, sudah mengalami banjir meski tidak terlalu parah. Multazam menekankan bahwa lokasi TPS di daerah rawan banjir, seperti di dataran rendah, perlu dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi atau menggunakan bangunan tertutup, seperti gedung sekolah yang akan libur pada hari pemilu.
"Penggunaan gedung ini lebih aman daripada hanya menggunakan tenda terbuka, agar proses pemilihan berjalan lancar meskipun terjadi hujan deras," tambahnya.
BPBD Kotim juga mengingatkan bahwa desa-desa di bantaran Sungai Mentaya, seperti Kuala Kuayan, rentan terhadap genangan banjir yang cukup dalam. Daerah lain yang diwaspadai adalah Bawan, Tanjung Jariangau, dan beberapa desa di Kecamatan Telaga Antang, yang sudah ditetapkan sebagai zona merah bencana banjir.
Koordinasi dengan pihak KPU pun terus dilakukan agar distribusi logistik pemilu tidak terhambat oleh banjir.
"Kami berharap antisipasi terhadap distribusi logistik dan kegiatan perhitungan suara bisa direncanakan dengan matang," pungkas Multazam. (KLIK-RED)