Home Peristiwa Buaya 3 Meter Gentayangan di Sungai Cempaga, Warga Meminta Solusi

Buaya 3 Meter Gentayangan di Sungai Cempaga, Warga Meminta Solusi

  Sugianto   | Minggu , 22 Desember 2024
ff3e5d91012cb50a636c0cc0dfe2b595.jpg
Penampakan buaya sepanjang 3 meter yang berkeliaran di Sungai Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

KLIK.SAMPIT – Warga Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali diresahkan oleh kemunculan seekor buaya besar di perairan sekitar permukiman mereka.

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, membenarkan laporan terkait kemunculan buaya tersebut.

"Benar, kemarin, Sabtu (21/12), ada warga Desa Cempaka Mulia Barat yang melaporkan kepada kami tentang kemunculan buaya berukuran cukup besar," ujar Muriansyah, Minggu (22/12).

Menanggapi laporan itu, pihak BKSDA segera merencanakan langkah-langkah sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat setempat.

"Kami berencana memasang spanduk imbauan dan peringatan di beberapa titik, termasuk di Desa Sungai Paring dan Cempaka Mulia Barat. Rencananya, akan ada empat spanduk yang dipasang," tambahnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seekor buaya berukuran besar kembali muncul di perairan dekat permukiman warga Desa Cempaka Mulia Barat.

"Harap berhati-hati bagi warga yang rumahnya berada di pinggir sungai," terdengar pesan salah seorang warga dalam video tersebut.

Warga mengaku semakin khawatir karena buaya sering muncul di Sungai Cempaga. Sungai ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat.

Sarli, salah seorang warga, menyebutkan bahwa buaya dengan panjang sekitar tiga meter itu kerap terlihat dua hingga tiga kali dalam seminggu sejak beberapa bulan terakhir. Fenomena ini terutama terjadi saat peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

"Mungkin karena faktor cuaca, buaya ini sering muncul di sungai kami," ungkap Sarli.

Ia berharap pihak terkait segera menangani permasalahan ini sebelum terjadi korban jiwa.

"Mudah-mudahan ada solusi dari petugas yang berkompeten di bidang ini. Jangan sampai menunggu korban baru bertindak," tandas Sarli. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami