KLIK.SAMPIT – Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diimbau untuk lebih berhati-hati saat berlibur di akhir tahun 2024 ini. Pasalnya, ubur-ubur beracun mulai muncul di kawasan pantai tersebut. Bahkan, tercatat sudah ada tiga warga yang tersengat ubur-ubur di Pantai Ujung Pandaran.
Camat Teluk Sampit Ansyari, membenarkan adanya insiden tersebut dan mengatakan bahwa tiga orang yang tersengat ubur-ubur telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setempat.
"Benar, sekitar tiga orang yang tersengat ubur-ubur sudah dilaporkan ke kami, dan mereka sudah ditangani di Puskesmas," ujar Ansyari saat dikonfirmasi, Kamis (26/12).
Ubur-ubur yang muncul di pantai ini memiliki warna biru dan mengapung di permukaan laut dengan tentakel atau kaki yang menjuntai. Jika seseorang tersengat, efeknya bisa membuat kulit terasa gatal, terbakar, bahkan dalam kasus tertentu bisa menyebabkan sesak napas.
Ansyari menjelaskan, ubur-ubur ini mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Selain yang mengapung di laut, banyak juga ubur-ubur yang terdampar di pesisir pantai. Keindahan warna ubur-ubur sering kali menarik perhatian wisatawan, yang terkadang tidak menyadari bahaya yang ditimbulkan.
"Ubur-ubur yang berwarna cantik ini sering kali dijadikan mainan, dan pengunjung tidak memedulikannya. Padahal, itu sangat berbahaya," tambahnya.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Ansyari mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola pantai setempat untuk segera memasang imbauan bagi para pengunjung, terutama saat libur tahun baru 2025 ini.
"Kami menghimbau kepada pengunjung untuk selalu berhati-hati terhadap ancaman ubur-ubur. Bagi pengunjung yang melihat ubur-ubur berwarna biru kecil seperti plastik, jangan sekali-kali dipegang atau diinjak karena itu sangat berbahaya," imbaunya.
Wisatawan yang berlibur di Pantai Ujung Pandaran diharapkan dapat selalu waspada dan menjaga keselamatan, serta mengikuti imbauan yang diberikan oleh pihak terkait. (KLIK-RED)