KLIK.SAMPIT - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kotawaringin Timur (Kotim) Achmad Robita, menekankan pentingnya peran agama sebagai solusi dalam menghadapi perbedaan dan konflik, khususnya di tahun politik 2024. Menurutnya, nilai-nilai agama seharusnya menjadi landasan untuk mempererat persaudaraan dan menciptakan harmoni di tengah masyarakat.
“Refleksi tahun ini adalah bagaimana kita merevitalisasi peran agama sebagai penengah dalam perbedaan. Agama tidak boleh menjadi penyebab konflik, melainkan harus menjadi solusi yang mampu mempersatukan,” ujar Achmad Robita, Selasa (31/12).
Ia menjelaskan, keberagaman masyarakat yang sering kali menjadi potensi gesekan justru dapat diredam melalui pemahaman nilai-nilai universal seperti cinta kasih, keadilan, dan kedamaian yang diajarkan oleh agama.
Achmad Robita mencontohkan, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, perbedaan pilihan politik yang berpotensi memecah belah masyarakat berhasil diatasi melalui peran agama. "Pilkada bukan alasan untuk memutus tali silaturahmi. Sebaliknya, agama menjadi panduan moral dalam menjaga persaudaraan meski berbeda pandangan politik," katanya.
Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa umat beragama menghadapi tantangan besar di tahun politik ini. Secara internal, umat harus lebih mendalami substansi ajaran agama agar tidak hanya fokus pada kesalehan individu, tetapi juga kesalehan sosial.
“Secara eksternal, umat beragama harus mampu membangun pemahaman yang menekankan pentingnya hidup berdampingan. Ini adalah inti dari ajaran agama itu sendiri,” imbuhnya.
Achmad Robita mengingatkan bahwa menghadapi tantangan ini memerlukan kerja keras yang selaras dengan kepasrahan kepada Tuhan. Ia optimis, jika masyarakat memperkuat pemahaman agama, kerukunan antarumat akan terus terjaga dan menjadi warisan yang kuat untuk masa depan.
“Saya percaya umat beragama mampu mengatasi tantangan di tahun ini. Ke depan, dengan penguatan pemahaman agama, kita bisa merajut harmoni sosial yang lebih baik,” tandasnya. (KLIK-RED)