Home Peristiwa Kasus Serangan Buaya di Kotim Naik Tajam, Warga Diedukasi untuk Waspada

Kasus Serangan Buaya di Kotim Naik Tajam, Warga Diedukasi untuk Waspada

  Sugianto   | Minggu , 05 Januari 2025
b5a6e06002e96dbdbcb062397397b6ab.jpg
Petugas BKSDA Kalteng saat mengevakuasi seekor buaya muara di Kabupaten Kotawaringin Timur baru-baru ini.

KLIK.SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit melaporkan peningkatan signifikan kasus konflik antara buaya dan manusia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sepanjang 2024. Jika pada 2022 dan 2023 hanya tercatat satu serangan, maka pada 2024 terjadi empat kasus serangan buaya.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, menjelaskan kasus-kasus tersebut terjadi di Desa Parebok (Mentaya Hilir Selatan), Bapanggang Raya (Mentawa Baru Ketapang), Satiruk (Pulau Hanaut), dan Desa Cempaka Mulia Timur (Cempaga).

"Kurangnya kewaspadaan warga saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari, menjadi faktor utama meningkatnya konflik ini," ungkap Muriansyah, Minggu (5/1).

Selain itu, kebiasaan memelihara ternak di tepi sungai, membuang bangkai binatang, dan sampah rumah tangga ke sungai juga memicu kehadiran buaya. "Kami terus mengedukasi masyarakat agar menghindari kebiasaan tersebut melalui kunjungan langsung dan pemasangan spanduk di desa-desa," tambahnya.

Muriansyah juga mengingatkan bahwa buaya merupakan satwa dilindungi. Oleh karena itu, kerja sama masyarakat dengan BKSDA sangat diperlukan, baik untuk menjaga keselamatan manusia maupun pelestarian satwa.

"Dengan meningkatnya kasus ini, kami berharap warga lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama di malam hari," tegasnya.(KLIK-RED) ​​​​​

Baca Juga

Ikuti Kami