KLIK.SAMPIT – Ramadan telah tiba, dan menjaga stamina selama berpuasa menjadi tantangan tersendiri. Menahan lapar dan dahaga lebih dari 12 jam membutuhkan strategi yang tepat, terutama dalam pola makan saat sahur dan berbuka. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) Nugroho Kuncoro Yudho, membagikan beberapa tips agar ibadah puasa tetap lancar tanpa mengganggu kesehatan.
Sahur bukan sekadar pengisi tenaga sebelum berpuasa, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stamina sepanjang hari. Nugroho menyarankan agar sahur dilakukan mendekati waktu imsak agar tubuh memiliki cadangan energi lebih lama.
"Kalau sahur dilakukan di akhir waktu, tubuh akan lebih lama mendapatkan asupan energi. Ini membantu kita tetap kuat menjalani aktivitas hingga waktu berbuka," ujarnya, Senin (10/3).
Ia menambahkan bahwa makanan saat sahur harus bergizi seimbang, terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan lemak sehat.
"Sebaiknya konsumsi makanan yang bisa dicerna secara perlahan, seperti nasi merah, oatmeal, telur, ikan, dan sayur. Hindari makanan berlemak, gorengan, serta makanan yang terlalu manis, karena bisa menyebabkan tubuh cepat lemas," jelasnya.
Selain sahur, pola makan saat berbuka juga harus diperhatikan. Nugroho menyarankan agar berbuka dilakukan secara bertahap, dimulai dengan makanan ringan seperti kurma, buah, dan air putih sebelum makan utama setelah salat Maghrib.
"Banyak orang tergoda untuk langsung menyantap makanan dalam porsi besar saat berbuka. Padahal, makan berlebihan bisa mengganggu pencernaan dan membuat tubuh lemas," katanya.
Makan dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis, membuat tubuh cepat lelah dan mengantuk. Selain itu, perut yang kosong seharian bisa ‘terkejut’ jika langsung diisi makanan berat, yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan seperti begah, asam lambung naik, dan diare.
"Lebih baik berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu, lalu makan besar setelahnya agar tubuh bisa beradaptasi," imbuhnya.
Dengan pola makan yang sehat, umat Muslim diharapkan bisa menjalani ibadah puasa dengan tubuh yang lebih bugar dan terhindar dari gangguan kesehatan. Nugroho juga mengingatkan pentingnya tetap menjaga hidrasi dengan banyak minum air putih di antara waktu berbuka hingga sahur.
"Kunci utama puasa yang sehat adalah menjaga pola makan dan asupan cairan. Dengan begitu, tubuh tetap fit dan ibadah bisa dilakukan dengan maksimal," tandasnya.
Dengan menerapkan pola makan yang tepat, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar, tetapi juga menjadi momentum untuk hidup lebih sehat. (KLIK-RED)