KLIK.SAMPIT – Ramadan telah memasuki hari ke-27, menandakan bahwa bulan penuh berkah ini hampir berakhir. Momen ini menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk memaksimalkan ibadah sebelum bulan suci benar-benar pergi.
Ustaz Syarifuddin, salah satu tokoh agama di Kabupaten Kotawaringin Timur, mengajak umat Muslim untuk menjadikan akhir Ramadan sebagai momentum meningkatkan ibadah dan melakukan muhasabah diri.
“Mari kita manfaatkan sisa Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah, memohon ampunan, dan melakukan introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ujar Syarifuddin, Kamis (27/3).
Menurutnya, introspeksi diri sangat penting untuk meningkatkan ketakwaan dan memastikan bahwa ibadah yang dilakukan selama Ramadan benar-benar bermakna.
“Kita harus bertanya pada diri sendiri: Apakah puasa kita sudah benar? Apakah salat kita sudah khusyuk? Apakah zakat dan sedekah kita sudah dilakukan dengan ikhlas? Ini menjadi bahan evaluasi agar ibadah kita semakin baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tanda diterimanya ibadah Ramadan adalah meningkatnya ketakwaan setelah bulan suci berakhir.
“Bulan Syawal artinya peningkatan. Jika setelah Ramadan ibadah kita justru menu run, bahkan kembali berbuat maksiat, maka itu tanda bahwa ibadah kita selama Ramadan tidak diterima. Na’udzubillah,” ungkapnya.
Ustaz Syarifuddin juga mengingatkan bahwa malam-malam terakhir Ramadan merupakan waktu istimewa, di mana terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Jangan lewatkan kesempatan emas ini. Perbanyak salat malam, sedekah, doa, dan membaca Al-Qur’an agar kita mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar,” pesannya.
Selain memperkuat ibadah, umat Muslim juga mulai mempersiapkan diri untuk menyambut Idulfitri. Namun, di tengah kesibukan tersebut, Syarifuddin mengingatkan agar nilai-nilai Ramadan tetap dijaga.
“Ramadan mendidik kita dalam kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan. Semoga setelah bulan suci ini berlalu, kita tetap bisa mempertahankan amalan baik yang telah dilakukan,” pungkasnya.(KLIK-RED)