KLIK.SAMPIT – Penurunan harga ayam dalam beberapa hari terakhir disambut antusias oleh warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi harian, warga juga ramai-ramai menggiling daging ayam untuk diolah menjadi aneka makanan.
Pantauan di salah satu tempat penggilingan daging di Jalan Muchran Ali, Kecamatan Baamang, menunjukkan antrean warga yang cukup panjang. Sejak harga ayam turun pasca Lebaran 1446 H, aktivitas penggilingan daging meningkat signifikan.
"Beberapa hari ini memang banyak yang datang untuk menggiling daging ayam, jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa," kata Ani, salah seorang warga yang turut antre menggiling daging, Kamis (17/4).
Menurut Ani, harga ayam yang kini jauh lebih terjangkau menjadi pemicu lonjakan permintaan penggilingan. Sebelumnya, harga ayam sempat mencapai Rp45.000 per kilogram, namun kini turun drastis.
"Tadi pagi saya beli ayam di pinggir jalan, harganya cuma Rp22.000 per kilogram. Sangat murah, makanya sekalian digiling," ujarnya.
Ia menambahkan, daging ayam hasil gilingan rencananya akan diolah menjadi pentol. Harga yang murah menjadi momen tepat untuk membuat stok olahan makanan.
"Mumpung harganya lagi turun, ini habis beli ayam langsung bawa ke penggilingan. Nanti sore mau dibuat pentol," ungkapnya.
Ani mengaku datang sejak pukul 06.00 WIB, namun hingga pukul 08.00 WIB penggilingan belum selesai karena panjangnya antrean. Menurutnya, situasi seperti ini biasanya juga terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
"Kalau mendekati Lebaran juga sering ramai seperti ini. Tapi sekarang mungkin karena ayam lagi murah, jadi banyak yang manfaatkan buat stok makanan," tandasnya. (KLIK-RED)