KLIK.SAMPIT – Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, mengintensifkan pemeriksaan terhadap sapi-sapi kurban yang masuk dari luar daerah. Hingga pertengahan Mei 2025, tercatat sebanyak 1.900 ekor sapi telah diperiksa kesehatannya.
Medik Veteriner Ahli Muda DPKP Kotim Danik Ariyanti, menjelaskan bahwa pemeriksaan telah dilakukan sejak awal Mei. Ribuan sapi tersebut sebagian besar berasal dari Sulawesi dan Jawa.
“Kami sejak awal bulan sudah melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap sapi yang masuk ke Kotim,” ujarnya, Sabtu (17/5).
Danik menambahkan, selain pemeriksaan awal, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan sekitar sepekan sebelum hari penyembelihan. Pemeriksaan ini dilakukan di seluruh lokasi penampungan hewan kurban yang tersebar di kecamatan-kecamatan.
“Tim akan diterjunkan ke lapangan untuk memastikan sapi benar-benar sehat dan layak dikurbankan,” ucapnya.
Adapun aspek yang diperiksa meliputi usia sapi sesuai syariat, kondisi fisik, dan kesehatan secara umum. Jika ditemukan penyakit ringan seperti diare, akan dilakukan pengobatan terlebih dahulu. Hanya sapi yang telah pulih total yang dinyatakan layak untuk disembelih.
Menurutnya, beberapa penyakit yang masih sering ditemukan dalam pemeriksaan rutin yaitu cacingan, diare, serta gejala ringan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Tahun lalu, kasus PMK cukup tinggi. Meski sudah divaksin, masih ada hewan yang tertular dari daerah asal. Dari 100 ekor sapi, biasanya ada sekitar lima yang menunjukkan gejala ringan seperti tidak mau makan atau air liur berlebihan,” terangnya.
Dengan tren peningkatan jumlah sapi menjelang Iduladha, Danik memperkirakan total sapi kurban tahun ini bisa melebihi angka tahun sebelumnya.
“Kami prediksi jumlah sapi kurban akan terus meningkat. Tahun lalu total ketersediaan mencapai 2.553 ekor,” pungkasnya. (KLIK-RED)