KLIK.SAMPIT – Inovasi kopi keliling atau yang dikenal dengan istilah kopling kini menjadi tren baru di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dengan menggunakan sepeda listrik, para pedagang kopi ini berkeliling di berbagai sudut kota, menawarkan beragam jenis minuman kopi kepada masyarakat. Kehadiran mereka disambut positif, terutama oleh para pencinta kopi.
“Ini mempermudah kami. Sebagai pencinta kopi, tentu ini jadi alternatif yang baik. Kami tidak perlu antre lama di warung kopi atau coffee shop,” ujar Herman, salah seorang konsumen, Senin (16/6).
Pantauan di lapangan menunjukkan, para pedagang kopling ini sering berhenti di lokasi strategis dan ramai, seperti taman serta jalan utama, sehingga mudah dijangkau pembeli.
Beragam varian kopi ditawarkan, seperti kopi susu gula aren, kopi susu butterscotch, kopi susu salted caramel, hingga matcha. Semua ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp8 ribu hingga Rp14 ribu.
“Kebetulan pedagang kopling sering mangkal di depan kantor kami, jadi aksesnya lebih mudah. Selain harganya terjangkau, rasanya juga enak,” tambah Herman.
Sementara itu, Ari, salah satu pedagang kopling, mengaku baru beberapa bulan memulai usaha tersebut. Ia memulai hanya dengan satu gerobak, dan kini telah berkembang menjadi lima gerobak karena tingginya minat konsumen.
“Kalau kami masih baru, tapi usaha kopi keliling ini sudah ada di Sampit sejak hampir satu tahun lalu,” ungkap Ari.
Menurutnya, waktu tersibuk biasanya terjadi pada sore hari. Namun secara umum, ia mulai berjualan sejak pagi hingga malam. Salah satu lokasi mangkal yang strategis berada di Jalan S. Parman, dekat Taman Kota Sampit.
“Untuk waktunya tidak tentu, tapi biasanya mulai pagi dan selesai kalau jualannya sudah habis atau malam,” jelasnya.
Dari berbagai varian yang dijual, kopi susu butterscotch menjadi yang paling laris.
Selain merek Candu Kopi, masih banyak gerobak kopling lainnya yang bisa ditemukan di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, S. Parman, dan Yos Sudarso, Sampit.
Fenomena ini tak hanya menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan, tetapi juga memberi warna berbeda dalam kebiasaan ngopi warga Sampit. Dengan konsep sederhana dan kreatif, kopi keliling membuktikan bahwa inovasi dapat menciptakan tren baru yang diterima luas oleh masyarakat.
Di tengah persaingan ketat dalam dunia kuliner, kopi keliling hadir sebagai pilihan yang ramah di kantong, namun tetap memanjakan lidah. (KLIK-RED)