Home Peristiwa Dua Pekerja Sawit di Mentaya Hulu Babak Belur Luka Parah Akibat Serangan Beruang Madu

Dua Pekerja Sawit di Mentaya Hulu Babak Belur Luka Parah Akibat Serangan Beruang Madu

  Sugianto   | Senin , 21 Juli 2025
9a7733151ea8194469d8493b727749bb.jpg
Salah seorang tampak terbarimng lemah di tempat tidur akibat mengalami luka diserang beruang saat bekerja memanen buah kelapa sawit di Mentaya Hulu.

KLIK.SAMPIT – Dua orang pekerja kebun sawit di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), babak belur dan mengalami luka parah usai diserang beruang madu saat bekerja, Rabu (16/7).

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari perusahaan perkebunan tempat para korban bekerja pada Jumat (18/7).

"Korban dua orang. Keduanya merupakan karyawan salah satu perusahaan kelapa sawit di wilayah Mentaya Hulu," kata Muriansyah, Senin (21/7).

Serangan terjadi ketika para korban tengah memanen dan memuat buah sawit. Saat istirahat, alat egrek yang digunakan pekerja jatuh menimpa tumpukan pelepah sawit kering. Tanpa disadari, di bawah tumpukan itu rupanya terdapat seekor beruang madu yang kemungkinan sedang tidur atau bersembunyi.

“Beruang itu langsung menyerang secara membabi buta. Salah satu korban berteriak minta tolong, lalu petugas pengumpul buah datang ke lokasi, tapi malah ikut diserang juga,” ungkapnya.

Akibat serangan tersebut, kedua korban mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh. Mereka segera dilarikan ke fasilitas kesehatan milik perusahaan untuk mendapatkan penanganan medis.

BKSDA Sampit pun langsung merespons kejadian ini dengan memberikan arahan kepada pihak perusahaan agar meningkatkan kewaspadaan dan memasang spanduk peringatan di area sekitar lokasi kejadian.

"Direncanakan minggu-minggu ini kami akan observasi ke lokasi untuk melihat situasi dan mengambil langkah selanjutnya," tandas Muriansyah.

Serangan ini menambah daftar panjang konflik manusia dan satwa liar di Kotim. Masyarakat diimbau agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar areal perkebunan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami