Home Peristiwa Diterkam Buaya dan Diseret Sejauh 6 Meter, Nursehan Selamat Setelah Membuka Rahang Buaya

Diterkam Buaya dan Diseret Sejauh 6 Meter, Nursehan Selamat Setelah Membuka Rahang Buaya

  Sugianto   | Selasa , 22 Juli 2025
aa141026ec186c4f1fa2e665e682e61d.jpg
Anak korban serangan buaya di Bagendang Permai, Yuni, saat diwawancara wartawan, Selasa (22/7)

KLIK.SAMPIT – Insiden mencekam dialami Nursehan (63), warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ia selamat dari maut setelah diterkam buaya dan diseret sejauh enam meter ke sungai saat sedang mandi dan berwudu, Senin pagi (22/7).

Menurut keterangan anak korban, Yuni, kejadian terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, ibunya tengah mandi dan berwudu di Sungai Mentaya karena air dari keran rumah tidak mengalir.

“Tiba-tiba seekor buaya besar muncul dari dalam air dan langsung menerkam ibu. Perkiraan kami, panjang buaya itu sekitar empat meter. Kami panik sekali,” ujar Yuni, Selasa (22/7).

Dalam kondisi kritis dan hampir tenggelam, Nursehan melakukan hal tak terduga. Dengan tangan kirinya, ia berusaha membuka rahang buaya yang menggigit tangan kanannya.

Berkat keberanian dan usaha keras, ia berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya lalu berenang ke tepian sungai sambil berteriak minta tolong.

“Setelah lepas dari gigitan, ibu minta tolong dari arah sungai. Saya bersama suami langsung lari menolongnya,” tutur Yuni.

Warga sekitar segera membawa korban ke puskesmas terdekat. Karena luka yang cukup parah, ia kemudian dirujuk ke RSUD dr. Murjani Sampit. Tangan korban mengalami robekan serius hingga harus dijahit sebanyak 44 jahitan.

“Kondisinya kini sudah stabil meski mengalami luka cukup parah. Tapi kami bersyukur, nyawa ibu masih selamat,” ucap Yuni.

Sementara itu, BKSDA Resort Sampit telah menerima laporan kejadian tersebut. Mereka menyatakan akan melakukan pemantauan dan pengawasan di lokasi.

“Kami imbau warga lebih waspada, hindari aktivitas di sungai seorang diri, terutama pada waktu subuh dan malam hari,” ujar petugas BKSDA secara terpisah.

Kejadian ini menambah panjang daftar konflik antara manusia dan buaya di wilayah Kotim. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan buaya makin sering terjadi di Sungai Mentaya dan sekitarnya.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami