KLIK.SAMPIT – Suasana pelayaran di perairan Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak heboh setelah seorang penumpang diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari kapal, Senin (1/9) kemarin.
Korban bernama Sefnat Onesimus, diduga mengalami gangguan mental. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, membenarkan peristiwa itu.
"Benar, kami menerima laporan seorang penumpang melompat dari kapal," ujar Multazam, Selasa (2/9).
Saat ini, pencarian korban tengah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sampit, BPBD, Polair, dan Pos AL. Tim berangkat dari Pos AL sekitar pukul 08.00 WIB, dengan kondisi laut bergelombang dan angin tenggara. Pencarian difokuskan di titik terakhir korban terlihat, sekitar 15 mil dari Sampit.
Menurut keterangan, kronologi kejadian bermula saat kapal bertolak dari Pelabuhan Sampit pada pukul 01.30 WIB. Sekitar pukul 06.10 WIB, korban diperiksa mantri kapal setelah mendapat laporan petugas keamanan. Hanya berselang tiga menit, pukul 06.13 WIB, korban tiba-tiba berlari ke dek kapal.
Saat itu, Bram Agus S, seorang cleaning service kapal, mencoba menahan gerakan korban. Sayang, upaya tersebut gagal karena korban lebih dulu meloncat ke laut. Sejumlah saksi lain yang berada di lokasi antara lain penumpang Mukhofik, petugas keamanan Sugeng A, tenaga medis Khowul Anam, kepala kamar mesin Endro Widodo, perwira jaga Bahana Andika, juru mudi jaga Khabib Khasan Fatoni, dan kelasi jaga Yufendi Buan. (KLIK-RED)