Home Peristiwa Air Naik ke Halaman Sekolah, Disdik Kotim: Utamakan Keselamatan, Laporkan Kondisi

Air Naik ke Halaman Sekolah, Disdik Kotim: Utamakan Keselamatan, Laporkan Kondisi

  Sugianto   | Kamis , 18 September 2025
8cba87ec94630107615353dc7e4a1b67.jpg
Pelajar di Desa Lempuyang terpaksa pulang lebih awal dan harus belajar dari rumah karena banjir merendam sekolah mereka.

KLIK.SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta seluruh sekolah yang terdampak banjir untuk segera menyampaikan laporan kondisi terkini secara lengkap, disertai dokumentasi berupa foto maupun video.

Kebijakan ini diambil agar pihak Disdik memiliki data akurat sebagai dasar laporan kepada pimpinan daerah sekaligus menentukan langkah penanganan cepat di lapangan.

“Setiap sekolah yang terdampak wajib segera melapor, baik terkait situasi lingkungan maupun proses belajar mengajar. Dokumentasi foto atau video sangat penting sebagai bahan evaluasi dan dasar pengambilan keputusan,” kata Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Kamis (18/9).

Menurutnya, keselamatan guru dan siswa tetap menjadi prioritas utama. Jika kondisi banjir dinilai mengganggu kesehatan maupun keamanan, sekolah dipersilakan menghentikan aktivitas tatap muka dan menerapkan sistem Belajar dari Rumah (BDR).

“Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Jika sudah darurat, sekolah jangan ragu mengambil tindakan cepat,” ujarnya.

Langkah ini menjadi sorotan di tengah semakin meluasnya banjir yang telah mengganggu aktivitas belajar di sejumlah sekolah di Kotim.

Data sementara mencatat delapan sekolah terdampak. Tiga di antaranya mengalami kondisi paling parah, yakni SDN 1 Tumbang Tilap, SDN 1 Kawan Batu, dan SDN 1 Baampah.

Di SDN 1 Tumbang Tilap, misalnya, air nyaris menerobos ruang kelas meski bangunan berbentuk panggung. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius sehingga sekolah tersebut terpaksa menerapkan sistem BDR.

Sementara itu, lima sekolah lain seperti SDN 5 Samuda Kota, SDN 1 Samuda Kecil, SDN Kunjung Lampuyang, SDN 3 Lampuyang, dan SMPN Satap 2 Teluk Sampit masih nekat menjalankan aktivitas belajar di sekolah, meski lingkungan sekitar sudah tergenang air. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami