KLIK.SAMPIT – Sebanyak 945 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam akumulasi 24 jam terakhir hingga Kamis (8/10) pukul 16.00 WIB.
Data rekapitulasi BMKG dan BPBD Kabupaten Kotim menunjukkan, hotspot paling banyak terdeteksi di Kecamatan Seranau dengan 294 titik.
Kecamatan Pulau Hanaut berada di urutan berikutnya dengan 243 titik. Kemudian Mentaya Hilir Utara mencatat 144 titik panas.
Dua wilayah lainnya yang masuk lima besar yakni Kecamatan Teluk Sampit dengan 41 titik dan Mentaya Hulu sebanyak 40 titik.
“Jika dilihat berdasarkan tingkat kepercayaan, dari total 945 hotspot tersebut terdapat 900 titik dengan kategori menengah atau medium confidence 30–79,9 persen,” ungkap Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim Rihel.
Kemudian terdapat 33 titik dengan tingkat kepercayaan rendah atau low confidence di bawah 29,9 persen. Sementara kategori tinggi atau high confidence minimal 80 persen tercatat sebanyak 12 titik.
Hotspot juga tersebar di sejumlah kecamatan lainnya. Mentawa Baru Ketapang mencatat 31 titik, Antang Kalang 29 titik, Cempaga 26 titik, Bukit Santuai 18 titik, dan Kotabesi 15 titik.
Selanjutnya Mentaya Hilir Selatan 14 titik, Telaga Antang 11 titik, Baamang 11 titik, Parenggean 10 titik, Telawang 10 titik, Cempaga Hulu lima titik, serta Tualan Hulu tiga titik.
Dokumen rekapitulasi tersebut juga memuat rincian setiap hotspot, termasuk koordinat lintang dan bujur, waktu deteksi, satelit yang menangkap titik panas, serta desa atau kelurahan terkait.
Data ini merupakan hasil pemantauan hotspot selama 24 jam terakhir. Keberadaan titik panas melalui deteksi satelit tidak serta-merta menunjukkan seluruh titik merupakan kebakaran yang telah terkonfirmasi di lapangan.(KLIK-RED)