KLIK.SAMPIT – Penerangan jalan umum (PJU), normalisasi sungai, hingga pembenahan drainase menjadi sejumlah kebutuhan infrastruktur yang disoroti Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Kurniawan Anwar. Aspirasi tersebut mencakup Desa Telaga Baru, Kelurahan Ketapang, dan Kelurahan Sawahan.
Di Desa Telaga Baru, pemasangan PJU di Jalan Ir. H. Juanda menjadi salah satu usulan yang didorong untuk ditindaklanjuti. Menurut Kurniawan, kebutuhan penerangan di ruas jalan tersebut telah berulang kali disampaikan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Ini bukan sekadar permintaan agar jalan terlihat terang. Masyarakat menyampaikan kondisi malam hari sangat minim penerangan, sehingga menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas maupun kriminalitas. Artinya, ini menyangkut keselamatan dan rasa aman masyarakat,” kata Kurniawan, Rabu (14/10).
Ia menilai, pemasangan PJU perlu menjadi bagian dari pelayanan publik yang mendukung keselamatan pengguna jalan. Karena itu, usulan yang telah berulang kali disampaikan masyarakat perlu diikuti kepastian perencanaan dan pelaksanaan.
Selain penerangan jalan, Kurniawan menyoroti normalisasi Sungai Mentawa di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air, terutama saat curah hujan meningkat.
Normalisasi diperlukan pada bagian sungai yang mengalami pendangkalan atau hambatan aliran. Dengan pemeliharaan yang terencana, kapasitas sungai dalam mengalirkan air diharapkan tetap terjaga dan risiko genangan di kawasan permukiman dapat ditekan.
Persoalan drainase juga menjadi perhatian di Kelurahan Sawahan. Sejumlah titik di Jalan Cut Mutia, yakni RT 16, RT 17, RT 25, RT 26, RT 27, dan RT 28, masuk dalam usulan pembangunan, perbaikan, serta normalisasi saluran air.
Menurut Kurniawan, drainase yang tidak berfungsi optimal dapat membuat air hujan tertahan dan menggenangi jalan maupun lingkungan tempat tinggal warga. Penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk kemungkinan sedimentasi, penyempitan, atau kerusakan saluran.
“Ini sudah menjadi persoalan berulang dan bahkan masuk usulan prioritas. Kalau hampir setiap musim hujan masyarakat menghadapi masalah yang sama, berarti kita membutuhkan penanganan yang lebih sistematis, bukan hanya respons ketika banjir sudah terjadi,” ujarnya.
Selain Jalan Cut Mutia, pembangunan, perbaikan, normalisasi drainase, dan penyiringan di Jalan Elang 5, RT 20 dan RT 21, Kelurahan Sawahan, juga menjadi kebutuhan yang disoroti.
Kurniawan berharap pembenahan tersebut tidak hanya dilakukan ketika genangan terjadi. Pemerintah daerah, menurut dia, perlu memperkuat pencegahan melalui pemeliharaan saluran secara berkala, normalisasi sungai, serta penentuan prioritas berdasarkan tingkat kerawanan wilayah.
“Maka dari itu, kami berharap pemerintah kabupaten menyiapkan rencana aksi jangka pendek sebelum memasuki musim hujan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan perencanaan, penganggaran, dan koordinasi ant perangkat daerah agar aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai usulan. Pelaksanaan setiap program perlu disesuaikan dengan kewenangan, kebutuhan teknis, dan skala prioritas.
Pemasangan PJU di Telaga Baru, normalisasi Sungai Mentawa di Ketapang, serta pembenahan drainase dan penyiringan di Sawahan diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Namun, realisasinya tetap bergantung pada hasil verifikasi teknis, ketersediaan anggaran, dan penjadwalan pekerjaan oleh pemerintah daerah. (KLIK-RED)