KLIK.SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati, meminta pemerintah pusat memberi perhatian lebih terhadap kondisi relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Permintaan itu disampaikannya kepada Staf Ahli Menteri Kehutanan, Fahrizal Fitri, melalui percakapan telepon setelah agenda peninjauan Menteri Kehutanan di Kotim batal terlaksana.
Dalam percakapan tersebut, Irawati mengungkapkan kekecewaannya karena pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menunggu rombongan di Jalan Jaksa, Sampit. Jamuan makan juga telah disiapkan, tetapi rombongan tidak singgah di lokasi tersebut.
Irawati menegaskan, kekecewaan pemerintah daerah bukan semata-mata karena tidak bertemu langsung dengan Menteri Kehutanan. Ia lebih berharap kondisi relawan dan masyarakat yang berjuang menghadapi karhutla mendapat perhatian.
“Kami tidak apa-apa tidak ditemui, tapi relawan kami, masyarakat kami perlu diperhatikan, Pak. Sampaikan ke beliau, Pak. Kami perlu bantuan,” kata Irawati dalam percakapan telepon itu.
Ia menyebut penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kotim semakin berat. Api masih meluas, sementara petugas dan relawan harus menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Kami sudah mengorbankan relawan kami, api terus meluas. Ini memang keadaan di lapangan luar biasa, Pak,” ujarnya.
Dalam percakapan tersebut, Irawati juga menyampaikan bahwa tiga relawan telah meninggal dunia. Ia menekankan pentingnya perlindungan bagi relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman, selain keselamatan masyarakat yang terdampak.
“Relawan kami juga manusia, Pak, yang memang harus dilindungi juga. Masyarakat kami juga harus dilindungi,” katanya.
Irawati turut menceritakan beratnya upaya penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait. Ia mengatakan, pada malam sebelumnya, mereka masih berjibaku memadamkan api hingga sekitar pukul 02.00 WIB.
“Kami memang benar-benar capek mengurus ini. Tapi mau bagaimana, karena ini demi masyarakat,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Fahrizal menjelaskan bahwa rombongan telah berada di Pangkalan Bun dan dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Kehutanan sebelum melanjutkan perjalanan ke Palangka Raya. Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa Forkopimda Kotim telah menunggu rombongan di Jalan Jaksa.
Fahrizal menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang diceritakan Irawati. Ia berjanji meneruskan keluhan dan harapan pemerintah daerah kepada Menteri Kehutanan.
“Kena ulun sampaikan ke beliau, lah,” ujar Fahrizal.
Irawati berharap pemerintah pusat dapat memahami kondisi yang dihadapi Kotim dan memberikan dukungan yang diperlukan. Baginya, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan upaya memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan petugas, relawan, dan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah masih membutuhkan dukungan untuk menghadapi kebakaran yang sulit ditangani di sejumlah lokasi. (KLIK-RED)