KLIK.SAMPIT – Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali mengeluhkan pemadaman listrik bergilir. Gangguan pasokan listrik ini menambah kesulitan warga, mulai dari menjalankan usaha kecil hingga menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
Keluhan salah satunya datang dari Irma, warga Kecamatan Cempaga. Ia mengaku harus menghadapi asap sekaligus pemadaman listrik yang menurutnya terjadi lebih awal daripada jadwal yang diumumkan.
“Sudah kita menghirup asap, listrik terus padam,” keluh Irma, Rabu (14/10).
Irma mengatakan, listrik di wilayahnya sudah padam sekitar pukul 10.00 WIB. Padahal, berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman di wilayah Cempaga dijadwalkan mulai pukul 11.00 WIB.
Perbedaan waktu tersebut membuat warga kesulitan menyesuaikan aktivitas. Bagi pelaku usaha kecil, terhentinya pasokan listrik juga berpengaruh langsung terhadap kegiatan berdagang.
“Matinya listrik ini menyulitkan untuk berdagang karena tidak bisa menggunakan blender untuk membuat es,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Nisa, seorang ibu rumah tangga. Ia mengatakan, pemadaman listrik menghambat pekerjaan rumah tangga, termasuk mencuci, sementara sinyal komunikasi juga dirasakannya sulit.
“Tidak bisa mencuci, sinyal juga sulit. Tadi saya mengurus anak sehingga tidak sempat memasak,” tuturnya.
Nisa mengaku terpaksa pergi ke rumah keluarganya yang masih memiliki aliran listrik agar aktivitasnya tetap bisa berjalan.
Gangguan Pembangkit Berdampak ke Pelanggan
Melalui pengumuman tertanggal 14 Oktober 2026, PLN ULP Sampit menyampaikan bahwa pemadaman bergilir dilakukan akibat gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap sebagian pelanggan di wilayah kerjanya.
Dalam pengumuman itu, PLN mencantumkan beberapa rentang waktu pemadaman, yakni pukul 11.00–14.00 WIB, 14.00–17.00 WIB, 17.00–20.00 WIB, dan 20.00–22.00 WIB untuk wilayah tertentu. Terdapat pula rentang pukul 13.00–22.00 WIB dalam jadwal yang sama.
Untuk Kecamatan Cempaga dan sejumlah desa di sekitarnya, pemadaman tercantum dalam kelompok jaringan SDN01. Wilayah tersebut meliputi Desa Sudan, Parit, Rubung Buyung, Baninan, Patai, Sungai Paring, Lubuk Ranggan, Banitan, Jemaras, Cempaka Mulia Barat, Cempaka Mulia Timur, dan sekitarnya.
Pemadaman bergilir juga mencakup sebagian wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang, Kecamatan Kota Besi, sejumlah desa di wilayah Parenggean, serta beberapa kawasan lainnya di Kotim.
PLN ULP Sampit menyatakan terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
Warga berharap pasokan listrik segera pulih dan informasi jadwal pemadaman disampaikan secara jelas serta sesuai kondisi di lapangan.
Di tengah kabut asap yang masih mengganggu aktivitas, kepastian pasokan listrik menjadi kebutuhan penting bagi warga untuk tetap menjalankan usaha dan memenuhi keperluan rumah tangga. (KLIK-RED)