Home Peristiwa Hutan Dilalap Api, Seekor Kukang Ditemukan Luka di Seranau

Hutan Dilalap Api, Seekor Kukang Ditemukan Luka di Seranau

  Sugianto   | Minggu , 18 Oktober 2026
de5d3846df1e26db7302759e61297737.jpg
Seekor kukang ditemukan di kawasan hutan bekas kebakaran di Dusun Remiling, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. (Istimewa)

KLIK.SAMPIT – Seekor kukang ditemukan di kawasan hutan bekas kebakaran di Dusun Remiling, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Satwa yang dilindungi tersebut mengalami dehidrasi ringan dan memiliki luka di bagian pantat saat ditemukan.

Kukang itu ditemukan pada Jumat (16/10) ketika aktivis lingkungan bersama sejumlah pihak melakukan penyisiran di kawasan hutan yang sebelumnya terbakar. Satwa tersebut kemudian dibawa ke klinik hewan di Sampit untuk mendapatkan perawatan.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan luka di bagian pantat kukang diduga akibat gesekan. Setelah menjalani perawatan, luka tersebut dilaporkan telah mengering dan kondisi kukang dinyatakan sehat.

“Setelah ditemukan, kukang langsung dibawa untuk mendapatkan penanganan. Kondisinya mengalami dehidrasi ringan dan ada luka di bagian pantat, tetapi luka tersebut sudah mengering setelah dirawat,” ujarnya.

Selama perawatan, kukang mendapat suntikan vitamin dan diberi makan untuk membantu memulihkan kondisinya.

Pada Sabtu (17/10) sekitar pukul 21.10 WIB, aktivis lingkungan Sampit, Hari Siswanto, menyerahkan kukang tersebut kepada petugas BKSDA Pos Sampit.

BKSDA merencanakan pelepasliaran pada Minggu (18/10/2026) di kawasan restorasi ekosistem yang dinilai aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Proses tersebut direncanakan melibatkan petugas BKSDA bersama aktivis lingkungan.

“Pelepasliaran direncanakan dilakukan di lokasi yang aman dari karhutla agar kukang dapat kembali ke habitatnya,” kata Muriansyah.

Penemuan kukang di kawasan bekas kebakaran menunjukkan risiko yang dihadapi satwa liar ketika habitatnya terdampak karhutla. Kebakaran dapat mengganggu tempat berlindung dan sumber makanan, sehingga satwa berpotensi kesulitan bertahan hidup.

Pemilihan lokasi pelepasliaran yang sesuai menjadi bagian penting dalam proses penyelamatan agar kukang dapat kembali ke habitat alaminya dengan risiko kebakaran susulan yang lebih rendah. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami