KLIK.SAMPIT – Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Selasa (20/10). Asap yang terlihat di sepanjang jalur dari Kecamatan Cempaga hingga Sampit membatasi jarak pandang dan memicu keluhan warga berupa sesak napas serta mata perih.
Sugiansyah, warga yang melakukan perjalanan dari Cempaga menuju Sampit, merasakan langsung kondisi tersebut. Sepanjang perjalanan, kabut asap terlihat menyelimuti jalan dan kawasan yang dilaluinya.
“Susah napas, mata perih,” keluhnya.
Menurut Sugiansyah, asap tidak hanya terlihat di satu titik, tetapi membentang di sepanjang perjalanan menuju Sampit. Kondisi yang paling parah dirasakannya di kawasan Kelurahan Tanah Mas hingga memasuki kota.
“Paling parah kabut asap di titik kawasan Kelurahan Tanah Mas hingga ke Kota Sampit, serasa masuk alam lain. Pokoknya perlu ekstra hati-hati kalau sudah seperti ini,” ungkapnya.
Kabut asap yang membatasi pandangan menjadi tantangan bagi pengendara yang melintas. Dalam kondisi tersebut, pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Dampak asap juga dirasakan dari sisi kesehatan. Keluhan sesak napas dan mata perih menjadi tanda gangguan yang dialami warga ketika berada di tengah kondisi udara berasap. Anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat.
Kabut asap yang kembali menyelimuti Sampit menambah beban aktivitas masyarakat di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kotim. Selain mengganggu mobilitas, kondisi ini kembali menyoroti pentingnya penanganan kebakaran dan pemantauan kualitas udara untuk melindungi kesehatan warga. (KLIK-RED)