KLIK. SAMPIT – Empat lembar uang yang diduga palsu lolos dari transaksi sebuah toko bangunan di Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Uang senilai Rp300 ribu itu baru diketahui bermasalah setelah pemilik toko menyetorkan hasil penjualan ke salah satu bank di Sampit.
Pemilik toko, Ijal, mengatakan temuan tersebut berasal dari pemeriksaan menggunakan mesin pendeteksi uang di bank. Petugas menemukan dua lembar pecahan Rp100 ribu dan dua lembar pecahan Rp50 ribu yang terindikasi palsu.
Ijal mengaku tidak menyadari adanya uang bermasalah saat transaksi berlangsung. Secara kasatmata, uang tersebut terlihat menyerupai uang asli sehingga tidak menimbulkan kecurigaan ketika diterima.
"Benar, saat kejadian saya awalnya tidak sadar bahwa itu uang palsu karena uang tersebut kelihatannya sama. Namun, saat dicek di bank waktu setoran, ternyata ada uang palsu yang terselip dalam hasil penjualan toko," ungkap Ijal, Minggu (1/11).
Temuan itu membuat Ijal mengalami kerugian karena uang yang diterima sebagai pembayaran tidak dapat digunakan kembali. Ia juga mengaku tidak mengetahui identitas pembeli yang menyerahkan uang tersebut.
Menurut Ijal, tokonya sebenarnya telah dilengkapi mesin pendeteksi uang palsu. Namun, pemeriksaan diduga tidak dilakukan secara konsisten oleh karyawan saat melayani transaksi.
"Mesin pendeteksinya sebenarnya sudah ada. Namun, mungkin karyawan saya lalai karena uangnya terlihat mirip dengan yang asli," imbuhnya.
Setelah diamati lebih lanjut, Ijal menemukan perbedaan pada uang tersebut. Salah satunya, tinta pada uang dinilainya mudah luntur ketika terkena air.
Meski demikian, pengamatan tersebut merupakan keterangan pribadi pemilik toko. Penentuan keaslian uang tetap memerlukan pemeriksaan sesuai prosedur oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha agar lebih cermat saat menerima pembayaran tunai. Selain menggunakan mesin pendeteksi, masyarakat dapat menerapkan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang, untuk mengenali ciri keaslian rupiah.
Pemeriksaan perlu dilakukan secara konsisten, termasuk ketika toko sedang ramai pembeli. Dengan begitu, uang yang terindikasi palsu dapat diketahui lebih awal dan tidak kembali berpindah tangan melalui transaksi berikutnya. (KLIK-RED)